Rabu, 22 April 2026

Berita Surabaya

Dolly Tutup dan Tak Ingin Istri Kembali Terjerumus, Jarwo Banting Setir Bikin Tempe

Tak ingin melihat orang terkasih menjajakan tubuhnya demi rupiah, Jarwo pun nekat meminang Munasifah.

Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Titis Jati Permata
surya/ahmad zaimul haq
Jarwo Susanto kini sibuk membesarkan usaha membuat tempe di Jl Kupang Gunung Tembusan Gang 2 No 27 Surabaya yang dirintis bersama istrinya mantan PSK usai penutupan lokalisasi Dolly. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Hingar-bingar kehidupan Gang Dolly memang mulai senyap, namun kenangan sejarah prostitusi terbesar di Asia Tenggara itu tak akan hilang dalam ingatan Jarwo Susanto, yang warga asli Gang Dolly.

Bagaimana tidak, kisah percintaannya dimulai sekitar 2010, saat bertemu seorang pekerja seks komersial (PSK).

"Cnta itu tak memandang harta, rupa, dan status," kata Jarwo.

Kalimat itulah yang menjadi awal perbincangan Surya saat ditemui di rumahnya Jalan Kupang Gunung Tembusan Gang 2 No 27, Surabaya.

Sambil memasak tempe, pria 36 tahun ini menceritakan kisah percintaannya dengan Munasifah.

Mantan PSK yang membuatnya jatuh hati itu, kini telah menjadi istrinya.

"Lucu sekali waktu itu, pertama kali lihat dia, gimana ya memulainya," ujar Jarwo, Kamis (15/9/2016).

Perlahan, ia mulai membuka lembaran kusam yang telah lama disimpan rapat.

Munasifah adalah janda PSK yang baru datang dari kampung halamannya di Pekalongan.

Ia diajak seorang temannya memburu uang dengan cara instan.

Karena terhimpit utang, Munasifah akhirnya memilih jalan pintas dengan menjajakan diri. "Saya selalu tahu mana anak baru, mana yang lama," ujar Jarwo.

Saat itu, Jarwo adalah pedagang minuman di Gang Dolly, tepat di depan wisma, di mana Munasifah bekerja.

Ia melayani para pembeli maupun PSK yang mampir, sekadar minum kopi.

Dari kejauhan, rupanya Jarwo selalu mengawasi gerak-gerik Munasifah. Bahkan, sesekali ia mencuri-curi pandangan, saat Munasifah berada di akuarium wisma.
"Gimana lagi, ketemunya pas dia pesen minum aja," terangnya.

Seakan tahu betul kisah Munasifah, ia berusaha memberikan servis lebih saat 'pujaan hatinya' membeli minuman atau camilan.

Servis yang dibumbui dengan modus itulah, yang akhirnya membuat keduanya akrab.

"Saya tahu kalau anak baru belum dapat gaji, makanya setiap dia pesan minum atau jajan, selalu tak beri gratis, rodo' modus sih asli," ungkap Jarwo.

Perjuangannya mengentas Munasifah dari bisnis haram, ternyata tak mudah.

Tak hanya kata-kata, semua tindakan Jarwo awalnya dianggap Munasifah hanya sebatas main-main.

Namun, seiring berjalannya waktu, dengan ketelatenan dan kesabaran Jarwo, Munasifah akhirnya luluh.

"Waktu itu, lihat pesan yang saya kirim saja, dia harus sembunyi-sembunyi supaya tidak ketahuan 'bos'. Terkadang pesan saya gak dibalas," ujarnya.

Tak ingin melihat orang terkasih menjajakan tubuhnya demi rupiah, Jarwo pun nekat meminang Munasifah.

Bukan jawaban iya yang diperolehnya, melainkan harus sabar menunggu hingga tujuh bulan untuk mengentas Munasifah dari bisnis esek-esek.

Belajar dari Saudara
Tujuh bulan berlalu di 2010, Jarwo pun menikahi Munasifah. Sempat bingung tak punya pekerjaan, ia mencoba menenangkan hati Munasifah dengan menyarankan agar berjualan minuman di pagi hari.

Jualan jus saat itu dipilih Munasifah. Ketika matahari tenggelam, warung minuman berganti dijaga Jarwo.

"Waktu itu lancar-lancar saja, berapapun uang yang kami peroleh sangat cukup," paparnya.

Namun, ketika Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memutuskan menutup semua lokalisasi di Dolly, Jarwo dan Munasifah pun terkena imbasnya. Warung kopinya ikut gulung tikar karena pelanggan sepi.

Tak mau kehilangan mata pencaharian dan tak ingin istri tercintanya kembali terjerumus, Jarwo mencoba peruntungan dengan membuat tempe.

"Saya belajar dari saudara di Sidoarjo, awalnya susah sekali. Tak punya pelanggan satu pun, banyak tempe dibuang," tuturnya.

Tetapi, tekadnya yang begitu kuat supaya dapur di rumahnya tetap mengepul, ia bertahan berjualan tempe.

"Saya telateni. Alhamdulillah .... Allah memberi jalan. Ini bukti nyata, kalau niat kita baik, Allah akan memberikan kebaikan yang lebih dan lebih lagi," tandas Jarwo.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Sumber: Surya Cetak
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved