Berita Bangkalan Madura
Marak Kriminalitas di Sekitar Kampus UTM, Mahasiswa : Ada Apa dengan Aparat Keamanan?
"Ini membuktikan bahwa aparat keamanan telah gagal menciptakan rasa aman di masyarakat. Komitmen kepolisian dalam menangani kasus-kasus kriminalitas..
Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Musahadah
SURYA.co.id | BANGKALAN - Maraknya aksi kriminalitas di area kampus membuat puluhan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Pejuang Handal (Ampuh) berunjuk rasa di depan Mapolsek Kamal, Senin (29/8/2016).
Dalam aksinya, mahasiswa mempertanyakan kinerja Polsek Kamal dan mendesak polsek tersebut serius menangani kasus kriminalitas. "Ada apa dengan aparat keamanan," teriak korlap aksi Taufik Hidayah.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Budaya (Fisib) itu menjelaskan, aksi kriminalitas semakin sering manggung di titik-titik keramaian. Khususnya di daerah Telang dan area kampus.
"Ini membuktikan bahwa aparat keamanan telah gagal menciptakan rasa aman di masyarakat. Komitmen kepolisian dalam menangani kasus-kasus kriminalitas dan menjamin rasa aman bagi masyarakat layak dipertanyakan," pungkasnya.
Aksi kriminalitas terakhir kali menimpa mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bangkalan, Reni Indriani (23), asal Desa/Kecamatan Socah pada Kamis (25/8/2016).
Ia melintasi Jalan Raya Desa Candi, Kecamatan Kamal, jalur menuju Kampus UTM dari arah Suramadu sepulang dari Surabaya. Kendati hanya tasnya yang dirampas, namun Reni hingga kini masih tergolek lemas di RSAL Dr Ramelan Surabaya.
Kakak korban, Basofi kepada SURYA menuturkan, Reni baru bisa merespon suara pada Sabtu (27/8/2016) setelah dilakukan operasi di bagian kepala. Sebelumnya, Reni pingsan karena ada retakan di bagian kepala.
"Tempurung kepala diangkat karena ada retakan di bagian dahi hingga ke belakang. Alhamdulillah, setelah operasi bisa menggenggam tangan mamanya dan menganggukkan kepala sebagai isyarat," tuturnya.
Kondisi korban memantik reaksi Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha. Didampingi sejumlah anggotanya, ia menyempatkan diri membesuk Reni ke RSAL Dr Ramelan Surabaya, Sabtu (27/8/2016) malam.
"Kemaren sudah kami lihat kondisinya di rumah sakit. Korban belum sadar penuh," ujar AKBP Anis.
Ia menjelaskan, kepala korban Reni sempat membentur aspal setelah terjatuh akibat tasnya ditarik pelaku. Hingga saat ini, pihaknya terus menyelidiki kasus tersebut.
"Berbagai berbagai kegiatan prefentif dan represif telah kami lakukan untuk menekan angka kejahatan. Termasuk kegiatan patroli terbuka ditingkatkan," pungkasnya.
Sementara itu, Kapolsek Kamal AKP Puguh Suatmojo di hadapan mahasiswa menyatakan, jalur Suramadu menuju kampus UTM lokasinya memang sepi. Patroli secara tertutup dan terbuka kerap dilakukan anggotanya.
"Untuk kasus Reny, kami terus menggali informasi sebanyak-banyaknya untuk mengungkap pelaku. Polisi tidak main-main dalam pengungkapan kasus. Namun kami juga tidak gegabah dalam menentukan tersangka," katanya.
'Kunjungan' mahasiswa ke mapolsek, lanjutnya, merupakan angin segar sebagai motivasi para anggotanya dalam berupaya mengungkap pelaku kejahatan. Menurutnya, semangat mahasiswa dan polisi adalah sama dalam mengungkap kejahatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/berita-bangkalan-madura-demo_20160829_160007.jpg)