Selasa, 7 April 2026

Berita Blitar

Flu Singapura Kembali Mewabah di Blitar, Serang 261 Anak

"Sebab, tak semua penderitanya dirawat di puskemas, namun ada yang di rumah sakit atau rawat jalan di dokter," paparnya kepada Surya (TRIBUNnews.com N

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Yoni
surya/hanif manshuri
Sejumlah balita dan anak­anak terserang virus flu singapura sedang dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan. 

SURYA.co.id | BLITAR -Flu Singapura mulai mewabah, sebaiknya mulai sekarang orang tua harus menjaga kondisi kesehatan anak tetap dijaga.

Sebab, mulai sebulan ini, penyakit yang dikenal dengan nama hand, foot, and mouth disease (HFMD) ini masih memabah di Kabupaten Blitar.

Hingga Minggu (26/6/2016) siang kemarin, jumlah penderitanya masih mencapai sekitar 261 anak, dengan usia rata-rata di bawah 10 tahun.

Memang kalau dibandingkan dengan sebulan lalu, jumlah penderitanya sekarang ini ada penurunan.

Sebab, sebulan lalu mencapai 361 anak. Namun, penurunan itu tak signifikan karena di beberapa kecamatan malah meningkat.

dr Christine Indrawati, Kabid P2MK (Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, mengatakan, dibandingkan minggu kemarin, jumlah penderitanya terdapat kenaikan.

Sebab, minggu kemarin baru berjumlah 116 anak, kini sudah mencapai sebanyak 261 penderita.

"Kenaikan jumlah penderita flu burung itu harus diwaspadai. Apalagi, musim seperti ini (cuaca yg tak menentu), sehingga orangtua harus pandai-pandai menjaga kesehatan anaknya," paparnya.

Jumlah penderita sebanyak itu tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Talun terdapat 48 penderita, Kecamatan Selopuro terdapat 29 penderita, Kecamatan Bakung ada 23 penderita.

Data itu berdasarkan laporan puskemas sehingga tak semua penderitanya terdata.

"Sebab, tak semua penderitanya dirawat di puskemas, namun ada yang di rumah sakit atau rawat jalan di dokter," paparnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network)..

Menurutnya, para penderitanya itu hanya dirawat di puskemas karena penyakit ini tak membahayakan dan akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu tujuh hari.

Itu dengan cacatan, asal daya tahan tubuh anaknya bagus atau tak menurun. Namun, kebanyakan penderitanya susah makan karena mulutnya perih jika kemasukan makanan atau air sehingga menyebabkan stamina anaknya mudah ngedrop.

"Bila sampai tujuh hari, belum sembuh, sebaiknya segera dibawa ke dokter. Sebab, bisa jadi anak itu mengalami dehidrasi karena enggan makan atau minum selama terkena penyakit tersebut," ungkapnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Agar lebih jelas, sebaiknya masyarakat juga mengenali gejala munculnya penyakit ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved