Berita Sidoarjo

Dekatkan Diri dengan Anak Yatim, Sisi Lain Sri Maryuni, Pemilik Usaha Yayang Karaoke Sidoarjo

"Saya bukan dari keluarga mampu,harus berjuang sendiri. Saya saja masih punya orangtua sampai berjuang seperti itu, bagaimana anak yatim."

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Parmin
surya/irwan syairwan
Suasana baksos dan santunan anak yatim. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Harta merupakan titipan Tuhan. Sejatinya harta adalah ujian agar seseorang memanfaatkannya di jalan yang lurus yang diridoi-Nya.

Bagi Sri Maryuni (43), satu cara memanfaatkan harta di jalan yang lurus adalah menyantuni anak yatim.

Bagi pemilik usaha hiburan Karoke Yayang di Sidoarjo ini, memelihara anak yatim seperti menelihara dunia dan seisinya. Sebab, seorang manusia nilainya setara dengan dunia itu sendiri jika hidup baik dan bermanfaat.

Yuni, sapaan Sri Maryuni, mengatakan terbersit pikiran untuk memberdayakan anak yatim sejak 1999 atau sejak ia membuka usaha karokenya itu.

Ibu dua anak ini menuturkan ia berjuang seorang diri untuk menghidupi keluarganya.
Mulai dari menjadi buruh pabrik hingga akhirnya memutuskan membuka usaha hiburan sendiri. Kerja keras tersebut akhirnya membuat Yuni sampai pada titik ini.

"Saya bukan dari keluarga mampu, jadi harus berjuang sendiri. Saya saja yang saat itu masih punya orangtua sampai berjuang seperti itu, bagaimana dengan anak yatim yang tak memiliki siapa-siapa untuk menyemangati mereka," kata Yuni kepada Surya.co.id di acara Baksos Yayang Entertaint dan Tasyakuran Single Lara di Yayang Karaoke Bungurasih, Minggu (19/6/2016).

Saat itu, Yuni sama sekali tak berpikiran hal agamawi ketika mulai menyantuni anak yatim.

Yang ada di niatannya adalah agar anak-anak yatim itu memiliki kesempatan berjuang agar bisa menjalani kehidupannya.

Hingga saat ini, Yuni menjadi donatur tetap di beberapa panti dan juga mengasuh anak yatim beberapa keluarga.

"Pikiran saya sederhana, di Islam ada disuruh menyantuni anak yatim, dan itu yang saya lakukan tanpa memikirkan apa-apa lagi. Saya hanya ingin anak-anak yatim ini punya kesempatan dan modal berjuang untuk hidup layak dari apa yang saya berikan," sambungnya.

Di luar menjadi donatur tetap, setidaknya setahun sekali Yuni mengundang anak yatim untuk menyantuninya secara langsung. Namun, pada tahun ini ia mencoba menggelarnya setahun dua kali.

"Setiap ulang tahun karaoke pasti saya gelar syukuran bersama anak yatim. Mungkin tahun berikutnya jadi dua kali pas Ramadhan ini," ujarnya.

Perempuan asal Tulungagung ini selalu melibatkan anak-anaknya ketika melakukan donasi kepada anak yatim.

Menurutnya, hal itu akan mengasah kepekaan sosial dengan harapan kedua anaknya akan tetap memiliki empati dan kepedulian kepada sesamanya.

"Cari uang itu memang perlu. Tapi di dalam uang yang kita hasilkan itu ada hak anak yatim dan duafa. Saya hanya mencoba menyeimbangkannya," ujar Yuni.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved