Sabtu, 11 April 2026

Selamatkan Warisan Leluhur

Pemilik Museum Omah Djadoel Blitar Ini Sering Ditawari Replika Benda Cagar Budaya

Menurutnya, penjual harus jujur. Kalau replika, ya jangan sebut benda cagar budaya asli.

Penulis: Samsul Hadi | Editor: Titis Jati Permata
surya/samsul hadi
Pemilik Museum Omah Djadoel Blitar, Ida Suharja dengan sejumlah koleksi benda kunonya. 

SURYA.co.id | BLITAR - Pemilik Museum Omah Djadoel Blitar, Ida Suharja (66) punya pengalaman jual beli replika benda cagar budaya.

Ia sering didatangi orang yang menawarkan patung batu dan perunggu yang katanya peninggalan zaman kerajaan.

"Padahal, saya tahu itu replika. Biasanya, saya bilang ke mereka tidak menambah koleksi," kata Ida.

Ida punya banyak barang kuno warisan orangtua.

Sejak dua tahun lalu, ia mengumpulkan benda-benda lawas itu di rumah di Jalan Borobudur 101A, Kota Blitar, sekitar 100 meter dari makam Bung Karno.

Ia jadikan rumah itu museum bernama"Omah Djadoel".

Ada lebih dari 1.000 item koleksi di sana, mulai dari patung, guci, keramik, senapan, sepeda angin, dan lainnya.

Karena nenek moyangnya dari Tiongkok, koleksi terbanyak Ida adalah guci.

"Saya sudah lama mendengar ada jual beli replika benda cagar budaya seperti itu," ujarnya.

Menurutnya, penjual harus jujur. Kalau replika, ya jangan sebut benda cagar budaya asli.

Ida pernah ditawari patung yang katanya peninggalan zaman kerajaan dan hasil temuan.

Si penjual bilang tidak menjual, tapi kalau ingin memiliki harus ada uang mahar. Mahar bisa sampai ratusan juta.

"Kalau sudah seperti itu namanya penipuan. Tidak masalah orang mau jual replika, tapi katakan yang jujur kalau barang itu bukan asli," katanya.

Ida punya patung kereta kencana dari perunggu asli. Selain itu, ada pula replikanya dari kuningan.

Menurutnya, ada perbedaan mencolok antara yang asli dan tidak.

Sumber: Surya Cetak
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved