Selasa, 7 April 2026

Berita Malang Raya

Museum Singhasari Senilai Rp 3,3 Miliar, Tiap Hari Bikin Kecewa Pengunjung

#MALANG - Bahkan, CCTV di tiap-tiap ruang pamer hari itu juga dicopot. Alasannya kamera itu tak bermanfaat.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yuli
aflahul abidin
Seorang pekerja merapikan topeng di salah satu ruang Museum Singhasari, Kabupaten Malang, Jumat (12/2/2016). Meski telah diresmikan sembilan bulan lalu, belum ada koleksi peninggalan Kerajaan Singhasari di Museum itu. 

SURYA.co.id | MALANG - Museum ini sudah lama dibangun dan diresmikan tepat 20 Mei Tahun lalu.

Kini, sembilan bulan pascaperesmian itu, belum ada koleksi apapun yang bisa dinikmati pecinta barang kuno.

Hanya terlihat ratusan topeng buatan baru yang tertata rapi di salah satu ruang terkunci. Pengunjung yang sudah terlanjur datang harus pulang dengan kecewa.

Melintasi Jalan Raya Mondokoro di Singosari, Kabupaten Malang, dari arah Kota Malang, tepatnya di sekitar Pasar Singosari, pelat petunjuk arah ke Museum Singhasari akan mengarahkan pengunjung menuju barat sekitar 1,5 kilometer.

Lokasi museum terletak di dalam perumahan Singhasari Residence, Desa Kelampok.

Berdiri di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi, bangunan abu-abu muda lengkap dengan pendapa tampak seperti baru dipugar pada Jumat (13/2). Cat bangunan masih terlihat baru.

Dua orang penjaga menyapu halamannya yang luas, dan yang sebenarnya tak begitu kotor. Sementara dua tukang kayu dengan membenahi beberapa bagian kayu pendopo yang rusak akibat bocor.

“Belum ada apa-apanya. Koleksinya juga belum ada,” kata penjaga museum, Rochmat Setiawan (29), saat SURYA.c.o.id bertanya ihwal museum yang dibangun dengan APBD 2014 Kabupaten Malang senilai Rp 3,3 miliar itu.

“Tiap hari memang hampir selalu ada orang datang. Paling sedikit empat kalau bukan pas hari libur. Dan saya bilang juga ke mereka ‘maaf, belum ada koleksi apa-apa’,” sambungnya.

berita malang raya

Sebagian besar para pengujung yang kecele, sebut dia, justru berasal dari luar kota, seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, bahkan sampai Bogor.

Lelaki yang akrab disapa Wawan itu bercerita, mereka sebagian besar datang ke lokasi itu bukan sebagai tujuan utama.

Mereka umumnya pelancong di Malang yang ingin sekalian mampir ke Museum Singhasari setelah berselancar di internet.

Pernah juga, sambung Wawan, rombongan guru dari Surabaya datang untuk menyurvei tempat itu sebagai rencana kunjungan sekolah. Namun, mereka urung setelah mengetahui bahwa museum itu belum difungsikan seperti semestinya.

Saat SURYA.co.id berkunjung ke tempat itu, kebetulan masih terlalu pagi, sekitar pukul 08.30 WIB. Wawan bilang, jika hari cerah, pengujung pertama yang datang kebanyakan di atas jam 12 siang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved