Kamis, 16 April 2026

Berita Malang Raya

Museum Singhasari Senilai Rp 3,3 Miliar, Tiap Hari Bikin Kecewa Pengunjung

#MALANG - Bahkan, CCTV di tiap-tiap ruang pamer hari itu juga dicopot. Alasannya kamera itu tak bermanfaat.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Yuli
aflahul abidin
Seorang pekerja merapikan topeng di salah satu ruang Museum Singhasari, Kabupaten Malang, Jumat (12/2/2016). Meski telah diresmikan sembilan bulan lalu, belum ada koleksi peninggalan Kerajaan Singhasari di Museum itu. 

“Kalau mau tunggu, nanti pasti ketemu teman yang juga kecele,” canda Wawan.

Bangunan fisik museum memang cukup besar dan. Selain ada pendopo seluas 16 meter x 16 meter, bangunan itu juga memiliki empat calon ruang pameran. Hingga dua hari lalu, baru satu ruangan yang berisi ratusan topeng yang tertata rapi dalam empat papan.

Sayang, topeng-topeng yang dipajang bukan topeng bersejarah. Topeng itu adalah hasil karya para peserta lomba siswa SD yang diadakan tahun lalu. Dibagian belakang topeng, tertulis nama pembuat dan sekolah asalnya.

Wawan belum tahu pasti kapan barang-barang kuno dan bersejarah akan memenuhi ruang-ruang itu. Rencananya, museum itu akan dijadikan tempat pembelajaran sejarah peninggalan kerajaan Singhasari.

Saat peresmian, 54 arca dan patung warisan kerajaan Singasari sudah direncanakan untuk dipindah dari Balai Pelestaraian Cagar Budaya Mojokerto.

Beberapa arca lain dari Kecamatan Kasembon dan Ngantang juga akan diangkut. Toh, setelah sembilan bulan belum ada indikasi pengisian museum.

“Justru kabarnya museum mau ditambah pagar dulu. Soalnya kalau malam tempat ini ramai dipakai orang-orang kumpul. Jadi dipagar biar lebih aman. Baru setelah itu diisi barang-barangnya,” tambah Wawan.

Bahkan, CCTV di tiap-tiap ruang pamer hari itu juga dicopot. Alasannya kamera itu tak bermanfaat. Hanya terlihat empat CCTV di bagian luar yang masih terpasang dan masih difungsikan.

Tukang yang tengah berbenah di pendopo mengatakan, beberapa titik museum harus dibenahi karena rusak. Hujan deras, kata dia, membikin bagian atap bocor dan merembeskan air ke bagian plafon.

"Semua sudah saya ganti," ujar dia yang sekitar sebulan telah membenahi museum itu. Dibantu oleh adiknya, mereka berdua juga mengecat ulang gedung. Kini, pekarjaan mereka tinggal menyelesaikan perbaikan kayu pendopo yang beberapa sudah rusak. 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved