Kereta Api
Kecelakaan di Perlintasan Kereta Api Meningkat 21 Persen, Pertanda Apa Ini?
#SURABAYA - Kecelakaan di perlintasan selama tahun 2015 mencapai 23 kasus dan 2014 hanya 15 kasus.
Penulis: Anas Miftakhudin | Editor: Yuli
SURYA.co.id | SURABAYA - Angka kecelakaan di perlintasan Kereta Api (KA) mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Begitu pula orang yang tewas akibat kecerobohannya sendiri menerobos palang pintu juga meningkat.
Kecelakaan di perlintasan selama tahun 2015 mencapai 23 kasus dan 2014 hanya 15 kasus.
Jumlah ini mengalami tren kenaikan 21,05 persen. Korban yang tewas dalam kecelakaan mencapai 15 orang dan tahun 2014 sebanyak 13 orang atau trennya naik 15,38 persen.
Korban tewas sia-sia ini rata-rata tidak memperhatikan jika ada KA melintas walau pintu perlintasan sudah ditutup. Ada juga mobil atau motor yang nekat masuk walau KA sudah kelihatan.
Bahkan ada mobil yang menerobos masuk karena tidak ada pintu perlintasan.
Pengguna jalan yang menerobos perlintasan KA, kebanyakan pengendara motor bukan barang aneh lagi di wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo atau Mojokerto.
Mereka sudah biasa menerobos sehingga menjadi kebiasaan buruk yang bisa mencelakaan dirinya sendirinya.
Biasanya pengendara motor yang akan menerobos mengambil jalur kanan dan masuk ke area perlintasan. Setelah tengok kiri dan kanan untuk melihat KA yang akan melintas dianggap jauh langsung tancap gas. Melihat kejadian itu, orang-orang di sekitarnya hanya menggelengkan kepala.
"Kalau sampai tertabrak KA, kira-kira siapa yang salah. KA-nya atau orang yang melintas karena perlintasan sudah ditutup?" tanya Mashudi saat melihat pengendara motor yang menerobos di perlintasan KA di Sepanjang, Sidoarjo.
Mashudi mengaku tidak berani menerobos perlintasan KA yang sudah ditutup demi keamanan. Perbuatan itu akan menjadi kebiasaan karena dianggap sudah biasa.
"Kok nggak mikir sejauh itu orang yang menerobos," katanya, 30 Desember 2015.
Sesuai angka kecelakaan di seluruh Jatim, jumlah kejadian kecelakaan tahun 2014 mencapai 28.840 kasus dan tahun 2015 mencapai 30.344 kasus.
Angka ini mengalami tren kenaikan 5,21 persen. Dalam kecelakaan ini, yang paling banyak terlibat adalah motor. Tahun 2014 motor yang mengalami kecelakaan 23.762 kasus dan tahun 2015 sebanyak 24.560 kasus atau trendnha naik 3,36 persen.
Kedua kendaraan jenis bus, tahun 2014 sebanyak 3.789 kasus dan tahin 2015 sebanyak 3.192 kasus atau naik 8,95 persen.