Berita Lamongan
Misteri Trulek Jawa, Burung Langka Punya Taji Hitam di Sayap Laksana Keris
#LAMONGAN - Konon, Trulek Jawa pernah dinyatakan punah oleh The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Yuli
SURYA.co.id l LAMONGAN - Burung trulek Jawa mungkin masih terasa asing di telinga. Burung unik yang satu ini di alam aslinya hanya dapat ditemukan di lahan basah.
Trulek Jawa bukan saja burung unik tetapi amat misterius. Pasalnya, Trulek Jawa merupakan burung yang dikeramatkan di beberapa daerah di Kabupaten Lamongan.
Konon, Trulek Jawa pernah dinyatakan punah oleh The International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).
Namun pernyataan IUCN itu kini boleh dikata dimentahkan siswa SMA Negeri 2 Lamongan
“Memang sudah dianggap punah selama setengah abad, dan tahun 2000 kembali ditemukan beberapa spesies lagi,” ungkap siswa SMA-N 2 Lamongan, Chabib Fachry Albab.
Tetapi burung yang telah lama ditengarahi punah itu ditemukan di beberapa titik di Kabupaten Lamongan dan Lumajang.
“Burung ini di Lamongan dan Lumajang dinamakan Pruwok, Kruwok, atau Plirik, ini sudah jarang ditemukan. Populasinya di alam bebas terus menurun. Satwa endemik lahan basah ini diperkirakan tinggal puluhan ekor saja dan dapat dihitung populasinya. Jumlahnya secara keseluruhan 17 ekor, itu yang diamati,” ungkap siswa kelas XII ini.
Temuannya itu setelah ia dan rekannya Khoirul Muazzah menyibak sarang-sarang burung di daerah terpencil di Kecamatan Turi, Karangbinangun, dan Kembangbahu.
Dari penelitian itu dibarengi metode kuadran, kemudian disebar berdasarkan kompas, jarak vegetasinya diukur satu persatu, karena berhubungan dengan letak sarangnya, makan dekat di pohon.
Hasilnya, ia beberapa kali melihat burung itu selama penelitian. “Dan itu terhitung sudah langka,” kata Chabib.
Ia menyebut, satwa endemik langka karena adanya perburuan liar dan menyempitnya areal lahan basah yang biasa menjadi sarang mereka.
“Pembangunan-perumahan menggusur habitat mereka, kemudian ada peralihan lahan basah. Karena ketidaktahuan masyarakat bahwa pruwok itu sudah langka, banyak yang ditembak,” sebutnya.
Chabib berharap, Pemerintah Kabupaten Lamongan bekerjasama dengan masyarakat untuk menjaga spesies ini.
“Kami ingin beri informasi dan mengusulkan di Lamongan jadi daerah ekspedisi karena memang ada beberapa spesies Trulek Jawa,” tandasnya.
Ingin Tangkarkan Burung Keramat