Berita Lumajang

18 Izin Diserahkan, Penambangan Pasir Lumajang Dimulai Lagi

"Yang diperbolehkan memang di area sungai, sedangkan yang mendekati pantai tidak diperkenankan."

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Jumat (6/11/2015) ini, turun ke Lumajang memantau langsung penyerahan 18 izin tambang pasir dan batu (sirtu) yang telah dikeluarkan Pemprov Jatim.

Menurut Gus Ipul, dirinya sengaja turun sendiri ke Lumajang untuk memastikan bahwa 18 izin diterima pemiliknya dan bisa menambang.

Izin itu diterbitkan UPT Pelayanan Perijinan Terpadu (P2T) Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim.

"Dengan begitu, suplai pasir Lumajang yang sebelumnya langka di pasaran normal kembali," ujarnya, kepada Surya.

Selain itu, kedatangannya ke Lumajang, lanjut Gus Ipul juga untuk mengajak salat Jumat bersama warga, baik yang pro maupun yang kontra sekaligus menampung aspirasi dan keluhan mereka.

Salat Jumat juga diikuti oleh para pejabat setempat, mulai Bupati, Kapolres, dan pejabat terkait lainnya.

Tujuannya, agar situasi tetap kondusif dan tidak terjadi lagi insiden dan kasus-kasus yang tidak diinginkan.

"Semua kita ajak untuk cooling down," tegas mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.

Terkait izin tambang yang telah dikeluarkan untuk 18 perusahaan, Gus Ipul menjelaskan bahwa mereka adalah perusahaan yang lokasi penambangnnya berada di zona aman, yakni sungai kantong lahar Gunung Semeru, bukan di pantai.

"Yang diperbolehkan memang di area sungai, sedangkan yang mendekati pantai tidak diperkenankan,” terangnya.

Dia juga mengakui, selama ini banyak perusahaan tambang yang tumpang tindih. Sehingga Pemprov Jatim melalui Dinas ESDM menginventarisir, mana perusahaan yang telah mengajukan izin dan memenuhi syarat serta mana yang tidak.

Kepala Dinas ESDM Pemprov Jatim Dewi J Putriani menambahkan, setelah 18 izin tambang sirtu di Lumajang diterima, pemilik bisa langsung menambang sesuai koordinat yang ditentukan.

Luas yang ditentukan antara 1 hingga 20 hektare. "Ini cukup bisa mengatasi kelangkaan pasir Lumajang untuk pembangunan jalan tol," tegasnya.

Sebelumnya, kelangkaan pasir Lumajang membuat pengembang jalan tol di Jatim protes ke Gubernur Soekarwo. Karena proyek jalan tol dan infrastruktur di Jatim praktis berhenti.

Penulis: Mujib Anwar
Editor: Adi Sasono
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved