Selasa, 28 April 2026

Peristiwa Lumajang

Teman Salim Kancil Diancam Bunuh, Rumahnya Dilempari Batu

#LUMAJANG - Pelaku berteriak menyuruh Hamid keluar rumah dan akan membunuhnya. "Saya tidak keluar rumah karena istri melarang," kata Hamid.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Yuli
surya/m zainuddin
Kondisi rumah Abdul Hamid setelah dilempar adik tersangka pembunuh Salim Kancil di Desa Selok Awar-awar, Pasirian, Lumajang, Sabtu (31/10/2015) 

Salim Kancil tewas dalam peristiwa itu, sedangkan Tosan terluka parah dan harus dirawat di RS selama 19 hari.

Sedangkan Abdul Hamid merupakan salah satu penggerak penolakan penambangan pasir laut tersebut.

Hamid-lah yang sering mengajukan protes baik melalui pesan singkat atau surat kepada bupati dan anggota DPRD Lumajang.

Ia juga yang mengajak beberapa petani ke Jakarta untuk meminta bantuan sejumlah lembaga agar penambangan pasir di pesisir pantai selatan itu dihentikan.

Petani menolak penambangan itu karena merusak areal pertanian mereka. Namun penolakan berakhir tragis. Nyawa melayang, satu orang terluka, dan kini terjadi pengrusakan.

Dalam kasus penganiayaan, pembunuhan dan penambangan ilegal, polisi telah menetapkan 37 orang tersangka.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved