Muktamar Ke 33 NU Jombang
Terapi Bekam, Pilihan Muktamirin Hilangkan Penat
Salah satu terapis itu Subkhan (45), asal Pamekasan, Madura. Ditemui di stan-nya, Alun-alun Jombang, Subhan sibuk menempelkan belasan tanduk sapi.
Penulis: Sutono | Editor: Parmin
Subkhan berkisah, para muktamirin yang datang kepadanya untuk diterapi umumnya mengeluh karena sakit pinggang dan kaki, serta pusing karena masuk angin. “Setelah dibekam, mereka mengaku sembuh,” kata Subkhan.
Cerita Subkhan agaknya bukan tanpa bukti. Salah satu muktamirin yang menjajal keampuhan bekam ala Subkhan mengaku puas. Pasien itu, Hasan Abdullah, Sekretaris Tanfidziyah PCNU Kabupaten Lebak, Banten.
“Setelah ditangani bapak ini dengan terapi bekam, badan terasa nyaman. Padahal tadi saya masuk angin, akibat sisa lelah perjalan dari Banten, dan rapat pleno yang alot," katanya.
Tak hanya muktamirin, insan pers yang meliput muktamar, Andik Syamdul, juga merasakan diterapi bekam ala Subkhan. “Seumur-umur baru sekarang ini saya diterapi bekam. Ternyata memang enak setelahnya. Lelah dan penat banyak berkurang,” kata jurnalis radio lokal ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/bekam-tanduk-sapi_20150803_222322.jpg)