Barita Madiun
Dishub dan Lantas Polres Madiun Kota Cek Kelaikan Bus AKAP dan AKDP
"Kami melaksanakan pengecekan kalaikan kendaraan (bus) mulai roda kendaraan, lampu sein, klakson, rem, maupun kondisi alat pemecah kaca.
Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
SURYA.co.id| MADIUN - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Madiun kompak melaksanakan pengecekan kelaikan kondisi angkutan umum menghadapi arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah.
Pengecekan kondisi kendaraan terutama bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) itu bersama petugas Polres Madiun Kota di Terminal Purbaya Kota Madiun, Jum?at (10/07/2015).
Namun demikian, secara umum hasil pemeriksaan tak menemukan hal-hal yang janggal dan membahayakan bagi penumpang maupun pengemudi dan kru bus.
"Kami melaksanakan pengecekan kalaikan kendaraan (bus) mulai roda kendaraan, lampu sein, klakson, rem, maupun kondisi alat pemecah kaca. Makanya kami menyisir ke dalam bus untuk mengecek kelengkapan surat-surat berkendara, kondisi awak bus, maupun tarif yang diberlakukan sekali jalan," terang Kepala Dishubkominfo Pemkot Madiun, Heri Suwartono kepada Surya, Jumat (10/07/2015).
Selain itu, pelaksanakan pemeriksaan kelaikan kendaraan dan bus itu, kata Heri dilakukan untuk memberikan rasa aman, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas saat intensitas kendaraan semakin padat memasuki arus mudik dan arus balik lebaran 2015.
Soal pemantauan tarif armada yang dikhawatirkan dimanfaatkan oknum menaikkan tarif diluar ketentuan harus dilaksanakan lantaran kalau ada yang melanggar (memanfaatkan lebaran menarik tarif diluar ketentuan) maka armada bus bus dilaporkan di Dishub Propinsi Jatim atas pelanggaran praktek itu.
"Tapi tadi hasil sementara baik bus AKAP maupun (AKDP masih laik jalan semua. Selain itu, penerapan tarif sudah sesuai ketentuan. Yakni sesuai batas atas Rp 27.000 dan batas bawah Rp 23.000. Kalau melebihi itu jelas tidak boleh. Itu bisa dilaporkan ke Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur," tegasnya.
Sementara Kabag Operasional (Kabag Ops) Polres Madiun Kota, Kompol Soehono menegaskan berdasarkan kelengkapan kendaraan, dipastikan sudah siap dan laik jalan.
Meski demikian, Soehono meminta kewaspadaan para pemudik selama masa angkutan lebaran lantaran pihak kepolisian memprediksikan ada kerawanan tindak kriminalitas di dalam bus atau selama perjalanan.
Oleh karenanya, selama Operasi Ketupat polisi memfokuskan terhadap Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) serta keamanan dari sisi kriminal.
"Kriminal di dalam bus itu bisa jadi copet, gendam (hipnotis) maupun bius. Makanya, kami menghimbau kepada para pemudik dan kru bus mewaspadai itu semua," pungkasnya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA