Berita Malang Raya
Menyelamatkan Sisa-sia Kejayaan Pabrik Gula di Malang
Satu lokomotif akan ditaruh di Museum Angkut dan satu lagi ditaruh di Pegunungan Bromo, kemudian satu lagi akan dibuat rumah makan.
Penulis: Adrianus Adhi | Editor: Wahjoe Harjanto
Pengakuan Manaf, lokomotif-lokomotif kuno sebagian ada yang masih disimpan warga. Ia berhasil membeli tiga diantaranya. “Kalau harga pembelian rahasia,” ungkap dosen Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang itu.
Meski demikian, Bapak dua anak ini memberi kisaran harga tiga lokomotif ini mencapai ratusan juta rupiah. Bisa jadi pula, tiga lokomotif ini tak ternilai harganya mengingat sejarah yang ada dalam kereta sangat banyak.
“Kami menyelematkan kereta ini karena pemiliknya akan mengkilokan seluruh besi kereta,” aku Abdul Manaf, pemilik kereta kuno ini kepada Surya.
Mengkilokan merupakan istilah Manaf untuk menjelaskan keinginan pemilik lokomotif sebelum dibeli. Kabarnya, pemilik lokomotif ini akan memotong-motong besi dan baja yang menjadi rangka lokomotif bersejarah itu. “Dari pada hilang begitu saja, kami pun membeli dan memperbaikinya di sini,” imbuhnya.
Meski demikian, Manaf sempat dibuat bingung usai berhasil membeli lokomotif buatan Jerman ini. Ia harus mendatangkan crane dan meminta pengawalan polisi untuk membawa lokomotif yang tiap unitnya memiliki berat 17,5 ton.
Tak hanya itu, ia pun sempat dibuat takjub lantaran ada satu lokomotif yang tak bisa diangkat. “Ya, ini kejadian nyata. Sebelum diselametin, lokomotif diesel ini tak bisa diangkat crane,” tutur dia sambil menunjuk lokomotif yang tengah diperbaiki.
Setelah lokomotif ada di halaman rumahnya, Manaf pun tersenyum. Ia puas sudah menyelamatkan aset sejarah di Malang. Ia sudah memiliki rencana untuk memindah tiga lokomotif ini setelah diperbaiki.
Kata dia, satu lokomotif akan ditaruh di Museum Angkut dan satu lagi ditaruh di Pegunungan Bromo, kemudian satu lagi akan dibuat rumah makan.
“Lokomotif ini adalah satu tanda bahwa di Malang ini banyak tersimpan benda bersejarah. Sekarang tinggal kita, apakah ingin merawatnya atau tidak,” kata pria yang juga senang dengan mobil jeep dan menjadi kolektor barang antik ini.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok.
LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline
FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hayu17_20150623_204311.jpg)