Kereta Api

Aktivis Pecinta Kereta Api Mulai dari Dokter, Dosen, sampai Anak SD

#SURABAYA - Naik kereta itu begitu asyik, seperti saat masuk terowongan, melintasi hamparan hijau sawah, tambak, dan bisa jalan-jalan di gerbong.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Yuli
faiq nuraini
Kampanye cinta kereta api dan komuter di Stasiun Gedangan, Sidoarjo, Selasa (2/6/2015). 

"Kami sekarang terus kembangkan edukasi sejak dini kepada anak TK. Kami ada program wisata Komuter. Ajak anak-anak kenalkan KA dengan naik dari Surabaya-Sidoarjo," kata Muhamad Rois, mahasiswa Kedokteran Hewan Unair setengah promosi.

Namun ditekankan Samsuri, pentolan Komunitas yang lain, bahwa semua yang dilakukan sama sekali tak mengejar profit. "Kami ada program dengan visi, bagaimana semua masyarakat cinta KA," kata Samsuri.

Para anggota komunitas kemarin tampak fun dan gojek di stasiun Gedangan. Mereka masih ingat saat masyarakat dulu tidak tertib. Mulai berebut antre tiket sampai tidak bayar tiket. Begitu juga saat tarif masuh 4.000 kini sudah Rp 30.000 naik kereta Surabaya-Kediri.

Mereka juga mengenang masa indah anggota tidak saja melalui sosmed. Tapi saat gathering, mereka menceritakan kembali serunya kumpul di setiap stasiun. Milai stasiun Wonokromo, Gubeng, Pasar Turi, sampai ke stasiun daerah.

Kini, para anggota komunitas itu kembali konsolidasi. Mereka juga menyinggung dan terus mengampanyekan hentikan ulah yang membudaya, melempar kereta saat jalan. Termasuk nanti saat arus mudik, mari menjaga kenyamanan bersama.

"Naik kereta itu begitu asyik. Pengalaman yang tak terlupakan saat masuk terowongan, melintasi hamparan hijau sawah, tambak, dan bisa jalan-jalan di gerbong. Naik pesawat begitu tersandera," kenang Haryo yang membawa istri dan anaknya gabung komunitas. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved