Berita Madiun

Guru PAUD di Madiun Tewas Penuh Luka di Dasar Sungai

#MADIUN - Beberapa bagian tubuh korban mulai bibir, mata dan kening mengalami luka. Tapi sudah dipastikan lukanya, bekas digigit hewan sungai.

Guru PAUD di Madiun Tewas Penuh Luka di Dasar Sungai
sudarmawan
TENGGELAM - Muhtaroh (45) warga Desa/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan yang diduga tewas tenggelam di Sungai Sareng, Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. 

SURYA.co.id | MADIUN - Nasib sial dialami Muhtaroh (45), warga RT 10, RW 6, Desa/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.

Perempuan yang berprofesi sebagai guru di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu ditemukan sudah tak bernyawa di sungai Sareng, Desa Sambirejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Sabtu (30/05/2015).

Dugaan sementara, korban jatuh terpeleset, Jumat (29/05/2015) petang saat menyeberangi sungai itu.

Menurut Kapolsek Geger, AKP Basuki Nugroho, kepada Surya, Sabtu (30/05/2015), 
ada saksi mata yang melihat perempuan itu melintasi sungai di perbatasan Desa Bacem dan Sambirejo, Kecamatan Geger.

"Korban berada di sekitar sungai untuk mengumpulkan serpihan kayu. Korban diketahui, baru memotongkan kayu untuk pembangunan rumahnya, Jumat petang," katanya.

Serpihan kayu sisa penggergajian itu bakal digunakan untuk bahan pembakaran di dapurnya.

Diduga, korban menyeberangi sungai yang kedalamannya mencapai dua meter itu. Karena terpeleset, akhirnya korban tak dapat menyelamatkan diri. Apalagi, dia diketahui tak bisa berenang.

"Korban tenggelam karena dasar sungai berlumpur. Korban ditemukan di pintu air yang jaraknya sekitar 75 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Karena air susut jenazah korban ditemukan," paparnya.

Sementara saat ditemukan, seluruh pakaian yang dikenakan korban masih komplit. Yakni kaus hijau dan celana panjang abu-abu.

Akan tetapi, beberapa bagian tubuh korban mulai bibir, mata dan kening mengalami luka. Tapi sudah dipastikan lukanya, bekas digigit hewan sungai.

"Kami langsung serahkan jenazah korban ke keluarga, karena tak ada tak ada tanda bekas penganiayaan," pungkasnya. 

Penulis: Sudarmawan
Editor: Yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved