Reuni Kru Sang Saka Jaya 1996
Banyak Peristiwa Aneh Selama 16 Prajurit Berlayar Keliling 27 Negara
#SURABAYA - Saat kehabisan bekal di tenah samudera, tiba-tiba 8 ekor ikan jatuh di geladak kapal. Semua kru kapal sumringah, bisa makan lagi. Ajaib!
Penulis: Zainuddin | Editor: Yuli
Di sela reuni ini, mantan Panglima Komando Lintas Laut Militer juga memeriksa seluruh isi kapal.
Berdasar pengamatannya, Darwanto meragukan kapal berbobot 847 ton ini bisa mengulang misi serupa. Banyak bagian kapal yang sudah rusak, terutama bagian yang bersentuhan dengan air. Bila KRI Arsa akan digunakan mengulang misi serupa, butuh banyak pembenahan.
“Saat kapal ini digunakan 19 tahun silam, bagian dalamnya sering banjir. Sekarang geladak bawah sudah keropos. Kalau berlobang, kapal akan tenggelam,” terang Darwanto.
Tapi Darwanto dan mantan kru kapal bisa tersenyum bangga bisa mengemban misi negara.
Rasa bangga ini juga dirasakan para istri kru kapal, di antaranya istri Darwanto, Ina Darwanto. Ina mengaku rasa dalam hatinya bercampur aduk saat mendengar kabar suaminya mendapat tugas negara.
“Saya sedih sekaligus bangga. Sedih karena tidak bisa bertemu, tapi bangga karena suami mendapat kepercayaan dari negara,” kata Ina.
Alat komunikasi pada era 1990-an tidak secanggih seperti sekarang. Ina harus menunggu KRI Arsa bersandar bila ingin mendengar suara suaminya. Tapi bila tidak sempat menelepon, Darwanto menyempatkan diri menulis surat untuk istri dan anaknya.
Sebagaimana Darwanto, Ina juga tidak akan pernah melupakan pengalaman 19 tahun silam. Setahun ditinggal suami, dan hanya bisa mendengar suara atau melihat tulisan tangan suaminya. Makanya Ina enggan membuang tumpukan surat dari suaminya.
“Anak kami selalu bertanya tentang ayahnya. Begitu pula anak-anak kru kapal sering bertanya kepada saya,” tambahnya.
Sekadar diketahui, Darwanto dan 16 prajurit pimpinannya melewati 27 kota pelabuhan di 17 negara dalam Operasi Sang Saka Jaya 1996.
Negara yang dilalui dalam operasi itu adalah Australia, Inggris, Silsilia, Yaman, Arab Saudi, Mesir, Italia, Spanyol, Pranciz, Maroko, Saint Lucia, Panama, Meksiko, Amerika Serikat, Hongkong, dan Singapura. Operasi ini menempuh jarak 31.755 mil laut atau sekitar 58.746 kilometer dalam waktu 386 hari.
Reuni ini tidak hanya digelar dengan mengemudikan KRI Arsa. Buku berjudul Bentangkan Layar Terjang Ombak dan Badai juga akan diluncurkan. Buku ini memuat kisah pengalaman pelayaran keliling dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/kri-banjarmasin-592-saat-bersandar-di-dermaga-koarmatim-surabaya_20150504_093359.jpg)