Minggu, 26 April 2026

Reuni Kru Sang Saka Jaya 1996

Banyak Peristiwa Aneh Selama 16 Prajurit Berlayar Keliling 27 Negara

#SURABAYA - Saat kehabisan bekal di tenah samudera, tiba-tiba 8 ekor ikan jatuh di geladak kapal. Semua kru kapal sumringah, bisa makan lagi. Ajaib!

Penulis: Zainuddin | Editor: Yuli
surya.co.id - zainuddin
KRI Banjarmasin 592 saat bersandar di Dermaga Koarmatim, Surabaya, 28 April 2015. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Laksamana Muda TNI Darwanto tidak akan pernah melupakan kejadian pada 1996.

Bersama 16 kru KRI Arung Samudera (Arsa), Darwanto yang masih berpangkat Mayor harus keliling dunia dan singgah di 27 negara.

19 tahun telah berlalu, Darwanto mengajak reuni mantan kru KRI Arsa, Minggu (3/5/2015) siang. Reuni ini digelar diatas KRI Arsa dengan mengarungi Selat Madura sekitar lima jam.

Sebagaimana saat keliling dunia dalam Operasi Sang Saka Jaya 1996 lalu, para kru juga mengemudikan kapal, membentangkan layar, dan melakukan aktivitas sebagaimana biasa.

Reuni tidak hanya diikuti mantan kru KRI Arsa yang ikut dalam operasi itu. Kru KRI sekarang pun ikut dilibatkan dalam reuni.

Peserta reuni diajak melakoni aktivitas sebagaimana 19 tahun silam. Bahkan makanan yang disantap pun hampir sama, yaitu sayur asam, tempe, peyek, dan lalapan.

“Kami nostalgia dan menarik layar, sekalian memberi pelajaran pada kru baru,” kata Darwanto usai reuni.

Darwanto mengungkapkan mengarungi samudera tidak mudah. Selama keliling 27 negara, Darwanto dan kru kapal harus menghadapi badai dan ombak tinggi.

Terutama di Samudera Pasifik yang ketinggian ombaknya mencapai delapan meter, dan memiliki kedalaman sekitar 7.000 meter.

Ditanya kejadian paling mengesankan, Darwanto dan mantan kru kompak menjawab saat kehabisan bekal di Samudera Hindia.

Saat itu mereka hampir saja putus asa. Darwanto tiada henti-hentinya minta anggotanya agar selalu berdoa.

Tiba-tiba delapan ekor ikan terbang jatuh di atas geladak kapal. Kejadian ini membuat Darwanto dan kru kapal sumringah. Tanpa pikir panjang delapan ekor ikan terbang itu dimasak, dan disantap.

Kejadian ini juga disampaikan kepada kru KRI Arsa yang sekarang. Doa menjadi kunci utama keberhasilan mengemban misi negara.

Apalagi anak dan istri di rumah juga selalu mendoakan keselamatan ayahnya.

“Kami bisa hidup sampai sekarang karena doa. Makanya tadi kami Salat Dhuhur berjamaah, sama seperti kejadian 19 tahun lalu,” tambahnya.

Di sela reuni ini, mantan Panglima Komando Lintas Laut Militer juga memeriksa seluruh isi kapal.

Berdasar pengamatannya, Darwanto meragukan kapal berbobot 847 ton ini bisa mengulang misi serupa. Banyak bagian kapal yang sudah rusak, terutama bagian yang bersentuhan dengan air. Bila KRI Arsa akan digunakan mengulang misi serupa, butuh banyak pembenahan.

“Saat kapal ini digunakan 19 tahun silam, bagian dalamnya sering banjir. Sekarang geladak bawah sudah keropos. Kalau berlobang, kapal akan tenggelam,” terang Darwanto.

Tapi Darwanto dan mantan kru kapal bisa tersenyum bangga bisa mengemban misi negara.

Rasa bangga ini juga dirasakan para istri kru kapal, di antaranya istri Darwanto, Ina Darwanto. Ina mengaku rasa dalam hatinya bercampur aduk saat mendengar kabar suaminya mendapat tugas negara.

“Saya sedih sekaligus bangga. Sedih karena tidak bisa bertemu, tapi bangga karena suami mendapat kepercayaan dari negara,” kata Ina.

Alat komunikasi pada era 1990-an tidak secanggih seperti sekarang. Ina harus menunggu KRI Arsa bersandar bila ingin mendengar suara suaminya. Tapi bila tidak sempat menelepon, Darwanto menyempatkan diri menulis surat untuk istri dan anaknya.

Sebagaimana Darwanto, Ina juga tidak akan pernah melupakan pengalaman 19 tahun silam. Setahun ditinggal suami, dan hanya bisa mendengar suara atau melihat tulisan tangan suaminya. Makanya Ina enggan membuang tumpukan surat dari suaminya.

“Anak kami selalu bertanya tentang ayahnya. Begitu pula anak-anak kru kapal sering bertanya kepada saya,” tambahnya.

Sekadar diketahui, Darwanto dan 16 prajurit pimpinannya melewati 27 kota pelabuhan di 17 negara dalam Operasi Sang Saka Jaya 1996.

Negara yang dilalui dalam operasi itu adalah Australia, Inggris, Silsilia, Yaman, Arab Saudi, Mesir, Italia, Spanyol, Pranciz, Maroko, Saint Lucia, Panama, Meksiko, Amerika Serikat, Hongkong, dan Singapura. Operasi ini menempuh jarak 31.755 mil laut atau sekitar 58.746 kilometer dalam waktu 386 hari.

Reuni ini tidak hanya digelar dengan mengemudikan KRI Arsa. Buku berjudul Bentangkan Layar Terjang Ombak dan Badai juga akan diluncurkan. Buku ini memuat kisah pengalaman pelayaran keliling dunia.

Tags
Armatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved