Berita Ponorogo

Dicerai Suami Kelima, Janda Baru 5 Hari Tewas Tenggak Alkohol

#PONOROGO - Janda dusun tewas akibat minum alkohol 70 persen setelah depresi gara-gara dicerai suami kelimanya, 21 April 2015.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Yuli
SURYA.co.id - Sudarmawan
TENGGAK ALKOHOL - Jenazah Sriyati (56), warga Desa Kradenan, Jetis, Ponorogo saat dievakuasi, Sabtu (25/4/2015). 

SURYA.co.id | PONOROGO - Sriyati (56), warga RT 12, RW 04, Dusun Banjar, Desa Kradenan, Kecamatan Jetis, Ponorogo ditemukan tewas mengenaskan di atas kasur ruang keluarga rumahnya, Sabtu (25/4/2015).

Diduga, korban tewas mengakhiri hidupnya lantaran depresi setelah dicerai suami kelimanya, 21 April 2015.

"Awalnya saya memanggil ibu berkali-kali tak ada jawaban. Kemudian pintu saya dobrak dan ibu sudah terbaring di kasur. Badannya sudah kaku," terang saksi Sawo Edi, anak bungsu Sriyati, kepada reporter SURYA.co.id, Sabtu (25/04/2015).

Pemuda berusia 20 tahun ini menyaksikan mulut ibu kandungnya berbusa dan di sampingnya ada botol bekas alkohol berkadar 70 persen.

ia mengaku, semalam tak sempat tidur di rumah ibunya lantaran tidur di rumah kakaknya yang tak jauh dari rumah ibunya itu.

"Karena mulut ibu mengeluarkan busa dan di dekatnya ada botol alkohol 70 persen yang sudah tidak ada isinya, saya langsung memanggil nenek (Sumini) dan memanggil Pak Lurah (Kades) untuk melihat ibu saya ini," imbuhnya.

Edi menduga, ibunya meninggal dunia karena mengalami depresi setelah putusan sidang gugatan 21 April 2015 dengan bapak tirinya, Darmono.

Apalagi, sejak putusan itu, Darmono langsung ke Jakarta untuk bekerja. "Kemungkinan ibu depresi karena diceraikan bapak tiri saya itu," paparnya.

Sementara, Kapolsek Jetis, AKP Sumidyan, menegaskan, hasil pemeriksaan sementara korban murni meninggal dunia karena bunuh diri.

Hal ini dibuktikan dengan adanya botol bekas alkohol kadar 70 persen dan mulut korban yang berbusa.

Oleh karenanya, selain melaksanakan olah TKP, polisi juga membawa jenazah korban ke kamar mayat RSUD dr Harjono, Ponorogo untuk memvisum dan mengotopsi korban atas permintaan keluarga besar korban.

Selain itu, visum dan otopsi itu untuk menghindari hal-hal kecurigaan yang tak diinginkan keluarga besar korban dan masyarakat sekitarnya.

"Berdasarkan keteangan keluarga, korban murni bunuh diri karena mengalami depresi baru dicerai suami kelimanya. Selama ini korban sudah lima kali menikah terakir dengan Darmono yang sekarang di Jakarta," ujarnya.

Hasil olah TKP petugas dan tim medis Puskesmas Jetis menunjukkan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

Terpisah, Kepala Kamar Jenazah RSUD dr Harjono, Ponorogo, Yoto, menduga, korban menenggak alkohol itu 2 jam sebelum ditemukan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved