Wali Kota Madiun Mendadak Mutasi 11 Pejabat

Saya minta Kepala Dindik yang baru untuk segera memperbaiki sekolah yang jelek-jelek itu.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Wahjoe Harjanto
surya/sudarmawan
MUTASI DADAKAN - 11 Pejabat Pemkot Madiun dimutasi secara mendadak oleh Wali Kota Madiun, Bambang Irianto di Ruang 13 Balai Kota Madiun, Rabu (15/4/2015) siang. 

SURYA.CO.ID | MADIUN -  Sebelas pejabat dilingkungan Pemkot Madiun, yakni empat pejabat eselon II, enam pejabat eselon III dan seorang pejabat eselon IV dimutasi mendadak, Rabu (15/4/2015).

 "Bagi kami mutasi ini sangat mendadak karena undangan baru diberikan pukul 10.00 WIB, pelaksanaan mutasi pukul 13.00 WIB," terang salah seorang pejabat di lingkungan Pemkot Madiun kepada Surya, Rabu (15/4/2015), di Balai Kota Madiun.

Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dimutasi adalah Kepala Bappeda, Gandhi Hatmoko menjadi Kepala Dikbudmundora, Suyoto HW yang sebelumnya Kepala Dikbudmundora bergeser menjadi Kepala Dinas Tenagakerja dan Sosial (Disnakersos).

Kepala Disnakersos Sudandi bergeser menjadi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pariwisata (Disperindagkoppar) serta Kepala Disperindagkoppar, Totok Sugiharo digeser menjadi Kepala Bappeda Pemkot Madiun.

"Tidak ada mutasi yang dilaksanakan secara mendadak dan tiba-tiba itu. Semua sesuai dengan perencanaan," ucap Wali Kota Madiun, Bambang Irianto menanggapi proses mutasi itu.

Dalam mutasi ini, terbanyak yang digeser adalah pejabat di Dikbudmundora. Hal ini dipicu, karut-marutnya dunia pendidikan di Kota Madiun. Salah satunya, masih banyaknya bangunan sekolah yang terkesan tidak tersentuh pembangunan.

Sekertaris Dikbudmundora, Suwarno bergeser menjadi Sekertaris Bakesbangpol, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar, Aloycius Apri digeser menjadi Kabid Perindustrian dan Kabid Pendidikan Menengah, serta Danardono juga ikut digeser menjadi Kabid Pelatihan dan Keterampilan Disnakersos.

Sedangkan satu pejabat eselon IV yang dimutasi adalah Kusnadi yang sebelumnya menjabat sebagai staf Bagian Adminitrasi Pembangunan digeser menjadi Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan, Dikbudmundora.

Sebelumnya, Kusnadi sempat dua kali dipanggil tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Madiun menjadi saksi kunci dalam proyek pembangunan Embung Pilangbango yang menelan anggaran Rp 18,7 miliar yang tak selesai dan ambrol.

"Jadi saya pastikan ini semua bukan tiba-tiba. Contoh soal di Dindik itu saya pangkas semua agar dunia pendidikan di Kota Madiun semakin baik. Saya tidak mau ada sekolah bangunanya jelek kayak dipinggir hutan. Saya minta Kepala Dindik yang baru untuk segera memperbaiki sekolah yang jelek-jelek itu. Kami kan punya uang kok untuk membangun sekolah-sekolah yang tak layak itu," pungkasnya.

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok. LIKE Facebook Page www.facebook.com/SURYAonline FOLLOW www.twitter.com/portalSURYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved