Ratusan Lubang Jalur Ponorogo - Trenggalek Picu Kecelakaan
"Kebanyakan pengguna jalan yang terjatuh itu terjebak lubang jalan, terutama saat hujan deras karena lubang tertutup air hujan," terang Tiwi
Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
SURYA.co.id|PONOROGO - Ratusan lubang menganga berukuran mulai 05, meter dengan kedalaman 10 sentimeter sampai berukuran 3 meter dengan kedalaman 20 sentimeter memenuhi jalur utama antar Kabupaten Ponorogo - Kabupaten Trenggalek.
Kondisi terparah ada di jalur sepanjang Dusun Nglumbang, Desa Pangkal hingga Desa/Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.
Kendati dipenuhi ratusan lubang yang kerap memicu kecelakaan tunggal para pengguna jalan raya, akan tetapi kerusakan jalan itu tak kunjung diperbaiki Dinas Pekerjaan Umum (PU) Propinsi Jawa Timur.
Oleh karenanya, rencananya para sopir paguyuban angkuta di Ponorogo bakal menyiapkan material dengan cara urunan untuk menutup lubang jalan yang menganga dan memicu kecelakaan itu.
Apalagi, amblesnya jalan dan plengsengan di Dusun Nglumbang, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo hingga kini juga belum diperbaiki. Padahal, perbaikannya belum berusia 2 tahun yang menelan anggaran miliaran rupiah.
"Kebanyakan pengguna jalan yang terjatuh itu terjebak lubang jalan, terutama saat hujan deras karena lubang tertutup air hujan," terang Tiwi (27) warga Dusun Nglumbang, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo kepada Surya, Rabu (15/04/2015).
Selain itu, Tiwi menguraikan agar tak makan korban sejumlah lubang jalan itu ditanami warga pisang serta diberi kayu ditambah dengan plastik. Salah satunya seperti yang dipasang warga di depan rumahnya itu.
"Tadi dipasangi kayu dan plastik ini karena ada pengendara motor terjungkal hingga terluka karena masuk lubang jalan. Tanda peringatan itu agar tidak terjadi korban berjatuhan lainnya," imbuhnya.
Ketua Paguyuban Sopir Angkutan Antar Kota di Ponorogo, Karsono yang tak lain warga Desa/Kecamatan Sawoo menjelaskan seringnya kecelakaan di jalur utama Ponorogo-Trenggalek dipicu banyak lubang yang sedalam mulai 10 sampai 30 sentimeter dengan diameter mulai 1 sampai 1 meter.
Akibatnya, pengguna jalan kesulitan memilih jalan yang layak dilalui kendaraannya.
Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA