Plengsengan Jalan Ponorogo - Trenggalek Ambrol Lagi

Hal ini disebabkan plengsengan dan bahu jalan sepanjang 50 meter dengan lebar skeitar 4 meter itu ambles lagi.

Penulis: Sudarmawan | Editor: Yoni
surya/sudarmawan
Plengsengan dan bahu jalan antara Kabupaten Ponorogo menuju Kabupaten Trenggalek di Dusun Nglumbang, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo yang dibangun dengan dana miliaran rupiah sekitar 2 tahun lalu ambles lagi lantaran tingginya curah hujan. Kondisi ini jika dibiarkan akan mengancam keselamatan para pengguna jalan propinsi antar kabupaten itu, Selasa (14/04/2015). 

SURYA.co.id|PONOROGO - Para pengguna jalan utama antara Kabupaten Ponorogo menuju Kabupaten Trenggalek harus ekstra waspada.

Terutama saat melintasi Dusun Nglumpang, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo saat malam hari dan saat hujan deras.

Hal ini disebabkan plengsengan dan bahu jalan sepanjang 50 meter dengan lebar sekitar 4 meter itu ambles lagi.

Padahal, sekitar 2 tahun lalu jalan itu ambles diperbaiki dan jalan dilebarkan menggunakan dana APBD Propinsi Jawa Timur mencapai miliaran rupiah.

Akan tetapi, belum genap 2 tahun bangunan plengsengan dan bahu jalan penyangga jalan aspal utama antar kabupaten itu, kini kembali ambles dengan kedalaman mencapai sekitar 2 sampai 3 meter.

Amblesnya plengsengan dan bahu jalan itu selain disebabkan curah hujan tinggi, juga disebabkan tanah dibawa tanggul dibawa bahu jalan itu retak selebar 40 sentimeter.

Akibatnya, karena tak kuat menahan plengsengan dan bahu jalan ikut ambles turun ke bawah jurang dibawa jalan itu.

Salah seorang warga RT 03, RW 03, Dusun Nglumpang, Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Ny Tiwi mengatakan tanggul plengsengan dan bahu jalan ambles (melorot) karena tanah dibawahnya bergerak.

Menurut perempuan berusia 27 tahun ini, meski dibangun sekuat apa pun plengsengan dan bahu jembatan itu serta menggunakan berapan pun besarnya tetap akan ambles lantaran tanah dibawah jurang berkedalaman sekitar 20 meter itu terus bergerak dan retak-retak.

"Padahal dalam pembangunan terakhir plengsengan dan bahu jalan yang dilebarkan itu, dua paku bumi ditancapkan. Tetapi masih ambles karena tanah dibawahnya retak-retak hingga memicu bangunan plengsengan jalan ambles total. Kalau mau aman harus dibuatkan jembatan daripada dibangun dengan anggaran berapa pun akan tetap ambles dan longsor (melorot)," terangnya kepada Surya, Selasa (14/04/2015).

Baca selengkapnya di Harian Surya edisi besok
LIKE Facebook Surya - http://facebook.com/SURYAonline
FOLLOW Twitter Surya - http://twitter.com/portalSURYA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved