Pencuri Tewas Dikeroyok Massa
Keluarga di Nganjuk Kehilangan Kontak Setelah Idul Fitri
Keluarga besar Diyanto (35) di Nganjuk ternyata kehilangan kontak setelah Hari Raya Idul Fitri 2014 lalu.
Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Heru Pramono
SURYA Online, SURABAYA - Keluarga besar Diyanto (35) di Nganjuk ternyata kehilangan kontak setelah Hari Raya Idul Fitri 2014 lalu. Diyanto sudah tidak ada komunikasi dengan keluarga besarnya di Nganjuk.
"Keluarganya sudah kehilangan kontak setelah Idul Fitri lalu," sebut Mardi, paman Diyanto saat berada di Kamar Jenazah RS Dr Soetomo Surabaya, Minggu (28/9/2014).
Menurut Mardi, keponakannya (Diyanto) menikah dengan orang Banyuwangi. Dia sudah punya anak satu dan istrinya bekerja di Malaysia.
"Di Surabaya, dia (Diyanto) bekerja sebagai tukang cat perumahan. Di Surabaya kos di daerah Kedurus," kata Mardi yang juga tinggal di Surabaya.
Diyanto tewas dikeroyok massa di perbatasan Lakarsantri-Gresik pada Minggu (28/9/2014) sekitar pukul 06.30 Wib. Dia dikeroyok massa setelah ketahuan mencuri motor milik Hariyono, PNS TNI AL di Perumahan Kota Baru Gresik.
Pelaku melakukan pencurian motor Honda Vario yang sedang dipanasi di depan rumah Hariyono.