Tari Seblang, Menari Kesurupan Selama Tujuh Hari
Suidah yang masih berusia 18 tahun sedikit khawatir dengan kehamilannya
Penulis: Wahyu Nurdiyanto | Editor: Satwika Rumeksa
Upacara tari Seblang adalah upacara penolak bala yang digelar di tengah desa.
Dalam upacara ini, penari yang merupakan remaja putri menari dalam keadaan trance atau kesurupan mengelilingi sebuah payung yang disebut Payung Agung.
Diiringi alunan gamelan Using dan nyanyian dari pesinden, penari yang menggunakan omprog atau penutup kepala dari daun pisang akan menari nonstop selama dua atau tiga jam.
Tarian ini dilakukan selama tujuh hari berturut-turut.
"Pada hari ketujuh, tarian dilakukan dengan keliling desa. Penarinya juga tetap dalam kondisi kesurupan, dan diakhiri dengan potong tumpeng selamatan seluruh desa," terang Anshori yang berharap hingga tujuh hari kedepan pelaksanaan upacara penolak bala ini bisa berjalan lancar.
Ritual ini sendiri menarik perhatian banyak orang. Warga dari berbagai pelosok Banyuwangi datang khusus untuk melihat tarian dan juga mencoba mendapatkan berkah dari adat ini.
Ada keyakinan, jika mendapat kembang kantil yang khusus disediakan saat upacara ini, apa yang menjadi keinginan akan terwujud.
"Tiap tahun saya kesini, cari kembang kantil itu karena saya yakin memang ada kekuatannya. Kali ini biar dagangan saya laris," kata Suciwati, penonton asal Rogojampi.