Tari Seblang, Menari Kesurupan Selama Tujuh Hari
Suidah yang masih berusia 18 tahun sedikit khawatir dengan kehamilannya
Penulis: Wahyu Nurdiyanto | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, BANYUWANGI-Setelah tertunda selama tujuh hari, upacara adat tari Seblang yang merupakan upacara penolak bala oleh masyarakat Using, Banyuwangi akhirnya bisa terlaksana, Jumat (7/8/2014).
Sebelumnya, upacara di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah ini sempat tertunda karena penari Seblang, yang menjadi inti utama upacara tidak kesurupan roh sehingga upacara tidak bisa digelar. Rencananya, upacara tari Seblang ini akan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut.
"Alhamdulillah, sudah ada petunjuk dari roh sehingga upacara tari Seblang ini bisa digelar mulai hari ini," kata Anshori, Pemangku Adat Desa Olehsari, Jumat (7/8/2014).
Anshori memang berlega hati dengan bisa dimulainya upacara yang berlangsung ratusan tahun ini. Sebelumnya, Anshori dan sesepuh adat lainnya hanya bisa pasrah, karena roh leluhur sudah berhari-hari tidak mau masuk ke tubuh sang penari.
Padahal, upacara yang biasa digelar sesudah Idul Fitri ini sudah dimasukkan dalam jadwal kalender wisata Pemkab Banyuwangi, yakni pada tanggal 1 hingga 7 Agustus.
Alhasil, setiap sore ratusan orang datang menunggu dimulainya upacara ini. Namun acara yang ditunggu batal terlaksana karena sang penari Seblang, remaja putri
bernama Tri Muftahul Jannah tidak juga kesurupan.
"Mau percaya atau tidak, acara ini memang ada urusannya dengan roh. Jadi tidak bisa ditentukan harinya seperti jadwal yang dikeluarkan Pemkab, ini semua tergantung dengan roh," sambung Purwadi, sesepuh adat Desa Olehsari.
Namun untuk pelaksanaan hari ini, penari yang kesurupan bukan Tri Muftahul Jannah tapi Suidah.
Suidah adalah generasi ketiga penari Seblang. Perempuan bertubuh mungil ini sudah menjadi penari selama tiga tahun berturut-turut.
Anshori mengatakan, Suidah memang yang menari karena itu sudah menjadi petunjuk dari roh leluhur.
Suidah sendiri saat ini dalam kondisi hamil satu bulan yang membuat semua orang khawatir dengan kondisinya.
"Mau gimana lagi, saya yang dipilih (oleh) roh. Mungkin ini sudah jalannya," kata Suidah saat ditemui sebelum menari.
Suidah yang masih berusia 18 tahun sedikit khawatir dengan kehamilannya. Meski demikian dia yakin roh leluhur akan melindunginya selama prosesi tradisi ini.
Mengenai penari yang dalam kondisi hamil, Anshori meyakini hal tersebut tidak ada masalah meski pada umumnya penari Seblang adalah remaja putri yang masih belum menikah.
"Ini kan pilihan roh leluhur jadi tidak ada masalah. Dulu, neneknya Suidah, mak Juni juga pernah jadi penari Seblang meski saat itu hamil," ucapnya.