Balon Udara Berisi Petasan Makan Korban di Gresik, Dua Remaja Luka Bakar
Balon udara itu memakan korban saat mendarat dan meletus di rumah warga Desa Prambangan Kecamatan Kebomas, Gresik
Penulis: Sugiyono | Editor: Dyan Rekohadi
Ringkasan Berita:
- Balon udara itu memakan korban saat mendarat dan meletus di rumah warga Desa Prambangan Kecamatan Kebomas, Gresik
- Dua orang remaja mengalami luka bakar dan harus dioperasi di rumah sakit karena peristiwa itu.
- Diharapkan tidak ada lagi penerbangan balon udara berisi petasan, sebab bisa membahayakan keselamatan orang dan penerbangan pesawat terbang.
SURYA CO.ID, GRESIK - Kasus balon udara berisi petasan memakan korban di Gresik, Selasa (16/6/2026).
Balon udara itu memakan korban saat mendarat dan meletus di rumah warga Desa Prambangan Kecamatan Kebomas, Gresik
Dua orang remaja mengalami luka bakar dan harus dioperasi di rumah sakit karena peristiwa itu.
Baca juga: Seperti Apa Tahapan E-Voting Pilkades Serentak di Gresik? Ini Tata Caranya
Kronologi Kejadian
Balon udara tiba-tiba mendarat di atap rumah warga saat sore hari di Desa Prambangan pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Balon udara mendarat di atas genteng dan asbes rumah disertai suara petasan.
Saat itu ada dua remaja yaitu M Raza Putra Ramadhan (19) dan M Yusuf Shabilah (19) sedang memperbaiki motor di samping rumah bagian belakang
Atap rumah ambrol dan petasan meletus mengakibatkan serpihan pasir mengenai tubuh keduanya.
"Yusuf yang paling parah lukanya, sampai dilakukan operasi di RSUD Ibnu Sina. Sedangkan Raza juga mengalami luka bakar tapi tidak separah Yusuf dan sekarang sudah di rumah," kata Sudianto, salah satu keluarga korban, Rabu (17/6/2026).
Baca juga: Maling Motor di Gresik Ditembak: Residivis Nekat Beraksi di Desa Sendiri
Stop Balon Udara Petasan !
Sudianto menambahkan, dari musibah itu, pihak Kepolisian telah datang dan meminta keterangan warga serta membawa barang bukti berupa balon udara.
"Polisi telah datang ke rumah untuk meminta keterangan dan membawa barang bukti balon udara," imbuhnya.
Sudianto berharap agar pihak Kepolisian bisa mencari pemilik balon udara yang nyaris menewaskan orang.
Diharapkan tidak ada lagi penerbangan balon udara berisi petasan, sebab bisa membahayakan keselamatan orang dan penerbangan pesawat terbang.
"Kalau jatuh ke pemukiman warga bisa menyebabkan kebakaran rumah warga. Kalau di udara bisa mengganggu pesawat terbang dan jika jatuh ke hutan bisa menyebabkan kebakaran hutan. Kami berharap, pihak Kepolisian bisa mengungkap masalah ini agar tidak terulang lagi," katanya. (ugy/Sugiyono).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/balon-udara-gresik-4.jpg)