Ibu Gendong Anak Pingsan di Tengah Rel KA
Tubuh kurusnya tidak kuat dan akhirnya ambruk tak sadarkan diri di tengah rel kereta api.
Penulis: Wahyu Nurdiyanto | Editor: Satwika Rumeksa
Suaminya sebelumnya sudah pergi dari rumah meninggalkan Sari dan anaknya sejak satu tahun lalu.
Tidak berhasil bertemu suaminya, Sari memilih pulang ke Bali karena anak bungsunya Ananda Nicko Rulli (2) dititipkannya ke saudara. Malang baginya, sampai di Surabaya uangnya menipis dan hanya cukup untuk makan.
Sari kemudian mendatangi kantor polisi, dan kemudian mendapatkan surat keterangan untuk bisa numpang kereta api menuju Banyuwangi.
Entah mengapa, Sari ternyata tidak turun di Stasiun Banyuwangi Baru yang dekat dengan Pelabuhan Ketapang. Sari malah turun atau diturunkan di Stasiun Sumberwadung yang jaraknya masih jauh dari Ketapang.
"Saya jalan kaki, karena tak punya ongkos. Dan saya pilih menyusuri rel karena saya tahu rel ini mengarah ke Ketapang," ucapnya.
Dengan kondisi tubuh lemas akibat kurang makan dan harus mengendong anaknya serta memanggul tas ransel besar, Sari akhirnya gagal menuju ke Ketapang.
Tubuh kurusnya tidak kuat dan akhirnya ambruk tak sadarkan diri di tengah rel kereta api.
Sari pada akhirnya memang bisa pulang ke rumahnya setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit dan mendapat bantuan ongkos tranpor dari Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi.
"Tubuhnya sudah membaik. Awalnya memang kami cegah untuk pulang dan istirahat dulu di rumah sakit atau rumah singgah milik Pemkab, tapi dia meminta pulang karena kepikiran anaknya yang kecil," terang Rois Masrullah, petugas Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Banyuwangi yang mendampingi Sari.