Rabu, 15 April 2026

Ibu Gendong Anak Pingsan di Tengah Rel KA

Tubuh kurusnya tidak kuat dan akhirnya ambruk tak sadarkan diri di tengah rel kereta api.

Penulis: Wahyu Nurdiyanto | Editor: Satwika Rumeksa

SURYA Online, BANYUWANGI - Sari Ayu Islamiyah (43) dengan mengendong anaknya yang berusia tiga tahun  berjalan menyusuri rel kereta api dari Stasiun Kedungwadung di Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi menuju ke Pelabuhan Ketapang yang berada di Kota Banyuwangi yang jaraknya 40 kilometer lebih.

Tindakan nekat ini dilakukan Sari karena tak punya uang cukup untuk ongkos transpor menuju rumahnya di Jembrana, Bali.

Kenekatan Sari harus dibayar mahal, tubuhnya lemas dan akhirnya jatuh pingsan di tengah rel kereta api yang berada di Desa Banjarsari, Kecamatan Glagah, Banyuwangi pada Jumat (21/3/2014) pagi. Tak hanya itu, tubuh kurusnya menindih anaknya  Sinta Fitri Ramadani.

Beruntung ada warga yang melihat. Sari dan anaknya yang menangis keras tertindih tubuh ibunya ditolong dan akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Blambangan.

Isa Malik, warga yang menemukan ibu malang ini menceritakan, awalnya ia dan warga lain  menduga ibu ini akan bunuh diri dan akan mengajak anaknya.

"Setelah ditolong dan siuman ibunya cerita kalau pingsan dan bukan mau bunuh diri," kata Malik.

Ditemui di Instalasi Gawat Darurat RSUD Blambangan, Sari yang masih lemas dan mendapatkan asupan cairan infus menceritakan kisah perjalanannya.

Dia bersama anak keduanya, sebelumnya pergi dari Jimbaran menuju Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta.

Tujuan ke Wonosari adalah mencari suaminya Agus Hamzah (38) yang kabarnya sudah menikah lagi.

"Saya naik bis, dan hanya bawa uang empat ratus ribu," cerita Sari.

Di Wonosari, Sari memang berhasil menemukan alamat rumah suami dan istri barunya.  Namun, dia sendiri gagal bertemu langsung.

Dia hanya mendapatkan penjelasan dari ketua RT di mana suaminya tinggal.

"Kata pak RTnya, suami saya sudah menikah secara resmi dan waktu menikah statusnya duda," ucapnya.

Tidak percaya dengan ucapan ketua RT, Sari mendatangi Kantor Urusan Agama setempat untuk melaporkan status pernikahan suaminya.

Ibu dua anak ini mengaku terpukul dengan kenyataan suaminya telah menikah lagi. Tidak hanya itu, menurut Sari, suaminya juga meninggalkan utang Rp 40juta dan membuat rumah mereka di Nagara disita bank.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved