Pilgub Jatim 2013
Cinta Sepeda, Sengaja Bikin Tato Bergambar Gir dan Crank
Di kaki kanannya, tato bergambar gir dan crank (bagian dari pedal).
SURYA Online, SURABAYA – Tahun 2009, Yon Anggo Hermana nekat meninggalkan pekerjaannya.
Dia kemudian terbang ke Australia untuk menempuh studi di Specialized Bicyle Component University (SBCU) Melbourne.
Dia mengambil studi Bicycle Component and Part Technology dan Master Tech-Nitrosuspension Technology serta Body Geometri Fit Integration Technology.
Keluarga besar dan istri Yon sempat kaget dengan pilihan Yon. Langkah Yon meninggalkan pekerjaan dinilai terlalu berani dan pilihan kuliahnya dinilai tidak lazim.
Jauh-jauh ke Australia ini dan membuang biaya besar hanya untuk mempelajri disiplin ilmu sepeda.
Disiplin ilmu yang terkesan sepele, kurang bonafit, bahkan tidak pernah dilirik orang.
Namun Yon bersikeras berangka. Keluarga dan istrinya pun akhirnya luluh dan balik mendukung.
Yon menyadari, jurusan yang dipilihnya itu memang tidak lazim. Disiplin ilmu itu nyaris tidak tersentuh atau bahkan tidak terpikirkan umumnya orang.
Bukti itu terlihat jelas langkanya mahasiswa yang berminat.
Setahu Yon, hingga kini hanya ada dua orang dari Indonesia, yang menjadi lulusan khusus sekolah sepeda di negeri Kanguru tersebut.
Yon menjadi lulusan pertama. Satu lulusan lain yang juga temannya, saat ini memilih berkarir di Singapura.
Meskipun punya ilmu langka, Yon tidak pelit atau jual mahal. Ia rajin membagikan ilmu akademiknya itu kepada komunitas pecinta sepeda dan para karyawannya.
Yang paling banyak tentu kepada customer di toko sepedanya. Yon tidak mau sekedar jualan.
Dia berniat memasyarakatkan pengetahuan akademik tentang sepeda kepada masyarakat.
“Ilmu sepeda masuk ke Indonesia terlambat. Jadi masyarakat selama ini hanya sekeda bersepeda. Nah, saya ingin membawa sepeda lengkap dengan ilmunya,” ungkap pria kelahiran Surabaya 38 tahun silam itu.