Siaga III, Bupati Lamongan Blusukan di Lokasi Banjir
Siaga III, Bupati Lamongan Blusukan di Lokasi Banjir
Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Parmin
SURYA Online, LAMONGAN – Banjir akibat luapan air Bengawan Solo akhirnya benar-benar dirasakan warga Lamongan, di antaranay warga Desa Truni Babat dan Laren. Sebanyak 1.157 rumah tergenang. Namun, genangan itu tidak terlalu parah yang rata–rata hanya setinggi lutut.
Akibat luapan air Bengawan Solo, Lamongan statusnya dinyatakan
siaga III. Saat ini Babat ketinggian air 8.40 pheischal, siaga III, Pelangwot 5, 96 pheischal siaga III, Karanggeneng 4, 42 pheischal siaga III, Kuro luar 2,8 pheischal status siaga II dan Kuro Dalam 0,30 pheischal.
Sembilan desa di Kecamatan Laren terendam, terdiri atas rumah 613 terenda. Babat 544 rumah terdapat di tiga desa.
Menurut Bupati Fadeli yang Rabu (10/4) siang tadi meninjau lokasi banjir di Desa Truni, diperkirakan banjir di Lamongan tidak akan meluar lantaran kondisi permukaan air di kawasan hulu.
Karangnongko cenderung turun termasuk, Bojonegoro yang tinggal 15, 23 pheischal.
Karangnongko dan Bojonegoro menjadi barometer Lamongan akan dampak tingginya air di Bengawan Solo.
”Kalau Karangnongko dan Bojonegoro sudah surut, berarti Lamongan tidak banyak menerima dampak aliran air bengawan Solo,”kata Fadeli.
Apalagi Lamongan terselamatkan dengan adanya sidatan dari Pelangwot Laren hingga Sedayulawas Brondong sepanjang 15 km yang mampu memecah volume air di Bengawan Solo.
“Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir ini sejak ada sidatan, Lamongan boleh dibilang bebas banjir,”katanya.
Menyinggung soal tanggul sepanjang aliran Bengawan Solo di wilayah Lamongan, sebagian besar aman dan sudah teratasi penanganannya. Meski begiti kewaspadaan harus tetap ditingkatkan.
Fadeli meminta warga tidak perlu panik dengan kondisi air Bengawan Solo. Pemerintah daerah selalu memberikan jaminan kepada masyarakat Lamongan akan keselamatannya.
Artinya, tanggul sudah ditangani dan kebutuhan logisitik juga sudah tersedia penuh. Andaikata ada bencana alam apapun bentuknya Lamongan selalu siap dan waspada.
“Berdoa dan ikhtiar selalu harus dikedepankan. Tapi Insya Allah Lamongan terkendali,”ungkapnya.
Saat meninjau bajir di Desa Truni, Fadeli mencoba menelusuri sepanjang jalan desa dengan jalan kaki dan menceburkan kakinya di suasana banjir.
Masyarakat banyak menyambut antusias kedatangan orang nomor satu di Lamongan karena dinilai sebagai bentuk perhatiannya terhadap masyarakat yang tertimpa musibah banjir.
”Matur nuwun Pak Bupati, kita sudah dibantu dan ditiliki Pak Bupati,”ungkap saripah warga Truni.