Selasa, 14 April 2026

Si Garang Pemakan Tumbuhan Jadi Kesayangan

Jumlah penggemar iguana tidak pernah surut. Perdagangan hewan ini tidak pernah sepi.

Penulis: David Yohanes | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto Si Garang Pemakan Tumbuhan Jadi Kesayangan
surya/david yohanes
Iguana meski bertampang sangar, ternyata sangat jinak dan lembut.

Joko menambahkan, harga jual jenis iguana tersebut selalu stabil. Peminatnya pun tidak pernah menurun. Kondisi tersebut yang membuat pecinta iguana melirik sebagai peluang usaha. Hewan ini sudah mulai diternakan untuk mengurangi ketergantungan pada tangkapan alam.

Untuk common green iguana yang masih anakan, harganya antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000.  Semakin dewasa harganya akan semakin mahal. Apalagi iguana tersebut pernah menang dalam kontes.

“Ada kontes iguana yang rutin dilakukan. Kalau bisa menang di situ, harganya sampai puluhan juta ,” ujarnya.

Joko kini sudah merintis usaha sampingan beternak iguana. Pemuda yang berprofesi sebagai pengawas proyek memiliki 4 indukan iguana. Seekor indukan biasa siap kawan pada usia 2,5 tahun.

Seekor iguana betina menghasilkan telur 20 hingga 30 butir per tahun. Telur-telur ini kemudian dimasukan dalam inkubator dengan suhu antara 29-31 derajat Celsius. Setelah tiga bulan biasanya telur-telur tersebut 80 persen akan menetas dan 20 persen gagal.

Dengan empat indukan, Joko bisa menghasilkan bayi iguana  rata-rata 100 ekor. Jika dilepas di pasaran langsung, dengan harga jual Rp 250.000 per ekor, menghasilkan uang Rp 25 juta.

“Sebagai tambahan penghasilan di luar pekerjaan kita, beternak iguana sangat menjanjikan,” ucapnya.

Penggemar iguana lainnya, Gilang Setiawan (34) juga mulai melirik bisnis jual beli hewan ini. Berbeda dengan Joko, Gilang lebih memilih memelihara common red iguana. Menurutnya, common red lebih indah dengan warna yang mencolok.

Harga jualnya pun relatif lebih mahal. Untuk common red ukuran 35 cm harganya bisa mencapai Rp 1.300.000. Gilang tidak pernah menernakkan iguana.

Gilang membeli beberapa common red dengan ukuran kecil untuk dibesarkan. Jika sudah besar, hewan ini harganya bisa berlipat ganda. Gilang mengatakan, memelihara common red bagaikan investasi emas.

“Kalau emas kadang harganya bisa jatuh. Kalau common red harganya pasti naik,” ucapnya.

Selain kualitas warnanya, harga iguana juga ditentukan dengan bentuk tubuhnya. Misalnya hewan tersebut utuh dan tidak pernah putus ekornya. Keturunan dari pemenang kontes turut mendongkrak harga.

Bayi-bayi iguana biasa diperdagangkan di antara penggemar. Joko maupun Gilang mengatakan, jumlah penggemar iguana tidak pernah surut. Perdagangan hewan ini tidak pernah sepi.

Untuk menampung para penggemar iguana di Malang Raya, kedua sahabat ini mendirikan komunitas. Namanya  komunitas pecinta iguana (KPI) Malang. Komunitas ini terbentuk September 2012. Sejauh ini KPI Malang sudah mempunyai anggota 18 orang.

“Di KPI kami saling betukar pengetahuan, atau ajang sekedar pamer saja. Kadang kami saling jual beli iguana di komunitas ini,” ungkas Gilang.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved