Si Garang Pemakan Tumbuhan Jadi Kesayangan
Jumlah penggemar iguana tidak pernah surut. Perdagangan hewan ini tidak pernah sepi.
Penulis: David Yohanes | Editor: Satwika Rumeksa
SURYA Online, MALANG-Iguana, hewan mirip kadal berwajah garang kini sudah menjadi hewan kesayangan. Selain jinak hewan ini mudah merawatnya dan hanya memakan tumbuh-tumbuhan. Bahkan ada juga yang meliriknya sebagai peluang bisnis.
Cecep begitu tenang bertengger di pundak Joko Saputro (20). Cecep terlihat sangar dengan duri di punggung dan janggutnya. Lima jemarinya juga mempunyai kuku untuk mencengkeram baju Joko.
Cecep adalah iguana kesangan Joko. Meski diusik orang sekitarnya, hewan tersebut terlihat tenang. Sesekali kepalanya menoleh ke kanan dank ke kiri. Sementara Joko terus berbicara dengan temannya, hewan tersebut tetap pada tempatnya.
“Ini yang namanya Iguana jenis common green. Jenis ini yang sekarang banyak dipelihara,” ucap Joko.
Iguana merupakan hewan tropis. Habitat aslinya ada di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Hewan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1768 oleh naturalis asal Austria, Josephus Nicolaus Laurenti.
Kini hewan ini telah menjadi peliharaan yang menyenangkan. Iguana ternyata hewan yang lembut dan tidak berbahaya. Di balik wajahnya yang sangar, hewan ini ternyata pemakan tubuh-tumbuhan.
“Banyak orang berpikir, karena sangar makannya serangga atau hewan kecil. Padahal iguana sepenuhnya makan daun-daunan,” ujarnya.
Duri yang ada di punggung janggutnya juga lembut, tidak kaku apalagi tajam. Kuku-kuku di jemarinya tidak pernah mencakar atau melukai. Tetapi sekedar untuk berpegangan. Hewan ini secara umum tidak pernah mengigit.
Kecuali pada iguana dewasa yang siap kawin. Pada antara bulan Februari hingga April, adalah masa-masa hewan ini birahi. Iguana jantan biasanya berperilakulebih agresif. Joko pernah punya pengalaman digigit pada tangan kananya.
“Waktu itu saya tidak tahu kalau dia lagi birahi. Maksud saya mau member dia makan, tak tahunya malah digigit,” ceritanya.
Namun menurut warga Jalan Karya Timur 4 ini, gigitan iguana tidak berbahaya. Iguana baginya tetap menyenangkan untuk diajak bermain. Joko tidak segan membawa binatang kesayangannya ini di pundaknya.
Joko mengaku memelihara iguana sejak kecil. Kegemarannya ini didapat dari ayah dan kakak-kakaknya yang lebih dulu menggemari iguana. Awalnya kegemaran ini karena cara pemeliharannya pun tidak terlalu ribet.
Setiap pagi iguana dimandikan dan disikat agar bersih. Setelah itu iguana dijemur sekitar 30 menit. Pada dasarnya hewan ini berdarah dingin sehingga membutuhkan panas mahatahari. Setelah itu barulah diberi makan.
Makanannya sayur-sayuran, seperti kangkung, sawi dan taoge. Iguana juga bisa diberi buah-buahan, seperti pisang dan pepaya. Buah ini untuk mempercerah warnanya. Iguana juga harus sering dipegang agar jinak dan terbiasa dengan manusia.
“Semakin dia sering dipegang, dia tidak akan takut dengan manusia. Kalau di keramaian tetap tenang dan tidak panik,” jelasnya.
Beberapa jenis iguana sudah dalam status dilindungi karena populasinya yang semakin menurun. Satu di antaranya jenis cyclura lewisi atau blue iguana. Para penggemar iguana paling banyak memelihara common red dan common blue iguana.