Minggu, 26 April 2026

Si Garang Pemakan Tumbuhan Jadi Kesayangan

Jumlah penggemar iguana tidak pernah surut. Perdagangan hewan ini tidak pernah sepi.

Penulis: David Yohanes | Editor: Satwika Rumeksa
zoom-inlihat foto Si Garang Pemakan Tumbuhan Jadi Kesayangan
surya/david yohanes
Iguana meski bertampang sangar, ternyata sangat jinak dan lembut.
SURYA Online, MALANG-Iguana, hewan mirip kadal berwajah garang kini sudah menjadi hewan kesayangan. Selain jinak hewan ini mudah merawatnya dan hanya memakan tumbuh-tumbuhan. Bahkan ada juga yang meliriknya sebagai peluang bisnis.

Cecep begitu tenang bertengger di pundak Joko Saputro (20). Cecep terlihat sangar dengan duri di punggung dan janggutnya. Lima jemarinya juga mempunyai kuku untuk mencengkeram baju Joko.

Cecep adalah iguana kesangan Joko. Meski diusik orang sekitarnya, hewan tersebut terlihat tenang. Sesekali kepalanya menoleh ke kanan dank ke kiri. Sementara Joko terus berbicara dengan temannya, hewan tersebut tetap pada tempatnya.

“Ini yang namanya Iguana jenis common green. Jenis ini yang sekarang banyak dipelihara,” ucap Joko.

Iguana merupakan hewan tropis. Habitat aslinya ada di Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Karibia. Hewan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1768 oleh naturalis asal Austria, Josephus Nicolaus Laurenti.

Kini hewan ini telah menjadi peliharaan yang menyenangkan. Iguana ternyata hewan yang lembut dan tidak berbahaya. Di balik wajahnya yang sangar, hewan ini ternyata pemakan tubuh-tumbuhan.

“Banyak orang berpikir, karena sangar makannya serangga atau hewan kecil. Padahal iguana sepenuhnya makan daun-daunan,” ujarnya.

Duri yang ada di punggung janggutnya juga lembut, tidak kaku apalagi tajam. Kuku-kuku di jemarinya tidak pernah mencakar atau melukai. Tetapi sekedar untuk berpegangan. Hewan ini secara umum tidak pernah mengigit.

Kecuali pada iguana dewasa yang siap kawin. Pada antara bulan Februari hingga April, adalah masa-masa hewan ini birahi. Iguana jantan biasanya berperilakulebih agresif. Joko pernah punya pengalaman digigit pada tangan kananya.

“Waktu itu saya tidak tahu kalau  dia lagi birahi. Maksud saya mau member dia makan, tak tahunya malah digigit,” ceritanya.

Namun menurut warga Jalan Karya Timur 4  ini, gigitan iguana tidak berbahaya. Iguana baginya tetap menyenangkan untuk diajak bermain. Joko tidak segan membawa binatang kesayangannya ini di pundaknya.

Joko mengaku memelihara iguana sejak kecil. Kegemarannya ini didapat dari ayah dan kakak-kakaknya yang lebih dulu menggemari iguana. Awalnya kegemaran ini karena cara pemeliharannya pun tidak terlalu ribet.

Setiap pagi iguana dimandikan dan disikat agar bersih. Setelah itu iguana dijemur sekitar 30 menit. Pada dasarnya hewan ini berdarah dingin sehingga membutuhkan panas mahatahari. Setelah itu barulah diberi makan.

Makanannya sayur-sayuran, seperti kangkung, sawi dan taoge. Iguana juga bisa diberi buah-buahan, seperti pisang dan pepaya. Buah ini untuk mempercerah warnanya. Iguana juga harus  sering dipegang agar jinak dan terbiasa dengan manusia.

“Semakin dia sering dipegang, dia tidak akan takut dengan manusia. Kalau di keramaian tetap tenang dan tidak panik,” jelasnya.

Beberapa jenis iguana sudah dalam status dilindungi karena populasinya yang semakin menurun. Satu di antaranya jenis cyclura lewisi atau blue iguana. Para penggemar iguana paling banyak memelihara common red dan common blue iguana.

Joko menambahkan, harga jual jenis iguana tersebut selalu stabil. Peminatnya pun tidak pernah menurun. Kondisi tersebut yang membuat pecinta iguana melirik sebagai peluang usaha. Hewan ini sudah mulai diternakan untuk mengurangi ketergantungan pada tangkapan alam.

Untuk common green iguana yang masih anakan, harganya antara Rp 250.000 hingga Rp 300.000.  Semakin dewasa harganya akan semakin mahal. Apalagi iguana tersebut pernah menang dalam kontes.

“Ada kontes iguana yang rutin dilakukan. Kalau bisa menang di situ, harganya sampai puluhan juta ,” ujarnya.

Joko kini sudah merintis usaha sampingan beternak iguana. Pemuda yang berprofesi sebagai pengawas proyek memiliki 4 indukan iguana. Seekor indukan biasa siap kawan pada usia 2,5 tahun.

Seekor iguana betina menghasilkan telur 20 hingga 30 butir per tahun. Telur-telur ini kemudian dimasukan dalam inkubator dengan suhu antara 29-31 derajat Celsius. Setelah tiga bulan biasanya telur-telur tersebut 80 persen akan menetas dan 20 persen gagal.

Dengan empat indukan, Joko bisa menghasilkan bayi iguana  rata-rata 100 ekor. Jika dilepas di pasaran langsung, dengan harga jual Rp 250.000 per ekor, menghasilkan uang Rp 25 juta.

“Sebagai tambahan penghasilan di luar pekerjaan kita, beternak iguana sangat menjanjikan,” ucapnya.

Penggemar iguana lainnya, Gilang Setiawan (34) juga mulai melirik bisnis jual beli hewan ini. Berbeda dengan Joko, Gilang lebih memilih memelihara common red iguana. Menurutnya, common red lebih indah dengan warna yang mencolok.

Harga jualnya pun relatif lebih mahal. Untuk common red ukuran 35 cm harganya bisa mencapai Rp 1.300.000. Gilang tidak pernah menernakkan iguana.

Gilang membeli beberapa common red dengan ukuran kecil untuk dibesarkan. Jika sudah besar, hewan ini harganya bisa berlipat ganda. Gilang mengatakan, memelihara common red bagaikan investasi emas.

“Kalau emas kadang harganya bisa jatuh. Kalau common red harganya pasti naik,” ucapnya.

Selain kualitas warnanya, harga iguana juga ditentukan dengan bentuk tubuhnya. Misalnya hewan tersebut utuh dan tidak pernah putus ekornya. Keturunan dari pemenang kontes turut mendongkrak harga.

Bayi-bayi iguana biasa diperdagangkan di antara penggemar. Joko maupun Gilang mengatakan, jumlah penggemar iguana tidak pernah surut. Perdagangan hewan ini tidak pernah sepi.

Untuk menampung para penggemar iguana di Malang Raya, kedua sahabat ini mendirikan komunitas. Namanya  komunitas pecinta iguana (KPI) Malang. Komunitas ini terbentuk September 2012. Sejauh ini KPI Malang sudah mempunyai anggota 18 orang.

“Di KPI kami saling betukar pengetahuan, atau ajang sekedar pamer saja. Kadang kami saling jual beli iguana di komunitas ini,” ungkas Gilang.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved