Capung Mungil Terbang ke Jepang
Menjadi seorang pembuat mainan, sama sekali tidak ada di benak Dian Kusuma Wardhani (33).
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Heru Pramono
Bahkan saat ini, pelanggan-pelanggannya sudah bukan lagi dari Indonesia, melainkan dari luar negeri, seperti Singapura, Jepang, dan Amerika. Justru pelanggan di Malang relatif sedikit.
“Bahkan tetangga saya pun tidak tahu saya mempunyai usaha ini,” ucapnya sambil tertawa.
Yang menjadi kendala Dini saat ini adalah kekurangan penjahit. Jika dua tahun lalu Dini masih memiliki pekerja dari mahasiswa jurusan Paud, setelah mereka lulus, Dini kehilangan pekerja-pekerjanya yang cekatan.
“Saya menuntut kualitas jahitan. Saat ini hanya ada satu penjahit,” keluhnya.
Meskipun produknya sudah go international, namun harga yang ditawarkan masih cukup murah daripada produk impor. Dari 12 produk edutoys yang dimiliki Dini saat ini (story card, baby block, bed story time, finger puppets, dll) berkisar Rp 22.500–Rp 120.000.
Saat ini, obsesi Dini yang juga menjadi Finalis Wirausaha Femina BNI 2009 ini adalah membagi ilmunya kepada calon-calon wirausaha di bidang edutoys. Hal itu sedang dilakukannya dengan menerbitkan buku-buku tutorial pembuatan edutoys dari bahan flanel.
Dini bercerita, awalnya bisa membuat buku setelah berkorespondensi secara online dari salah seorang rekan dunia mayanya. Kebetulan rekanya itu seorang penulis buku anak, Arlene Amidjaja. Dini menuturkan sosok Arlene inilah yang membantunya, selain memasarkan produk-produknya, juga perkenalannya dengan dunia tulis-menulis, terutama buku-buku anak.
“Pemasaran saya dibantu karena ditautkan ke link rekan-rekannya. Ia juga yang mengajari saya membuat buku, baik buku cerita dan buku-buku tutorial. Saat ini saya sudah memiliki delapan buku, dan dua lagi akan terbit tahun depan. Saya ingin semakin banyak orang yang bisa memiliki usaha ini,” kata Dini.