Nasional

Polri Klarifikasi Mengenai Kabar Beredarnya Modus Peredaran Narkoba Dengan Salah Kirim Paket

Hati-hati! Marak modus pengiriman paket salah alamat yang berisi narkoba. Berikut penjelasan Polri

Polri Klarifikasi Mengenai Kabar Beredarnya Modus Peredaran Narkoba Dengan Salah Kirim Paket
Kompas.com
Pernyataan Dedi mengenai kasus paket salah alamat 

SURYA.co.id - Maraknya modus salah alamat dalam paket'>pengiriman paket membuat Polri angkat bicara.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa masyarakat harus yakin kalau tidak pernah memesan sebuah paket.

“Dari manapun maka hal yang harus dilakukan masyarakat, satu konfirmasi ke pengirim bahwa saya tidak pernah pesan,” tutur Dedi Prasetyo melalui pesan singkat kepada Kompas.com.

Baca: KPK Periksa Zulkifli Hasan sebagai Saksi untuk Tersangka Dugaan Suap di Lampung Selatan

Baca: Cawapres KH Ma’ruf Amin Hadiri Pelantikan Pengurus PWNU Jatim di Ponpes Denanyar Jombang

Baca: Tak Hanya Soal Tunggakan, Pengelola Rusunawa Kota Blitar Juga Temukan Pelanggaran Ini

Kalau menerima paket tersebut, masyarakat harus mencatat nama identitas pengirim dan lokasi paket itu berasal.

Masyarakat juga dihimbau agar melapor ke polisi kalau mendapat paket yang mencurigakan.

“Masyarakat tetap waspada tidak mudah percaya dengan semua kiriman paket yang tidak dikenal,” kata Dedi.

Baca: 8 Pegawai Puskesmas Porong Diamankan Tim Saber Pungli Polda Jatim, Diduga Terkait Dana Jaspel

Baca: Didemo agar Tegas di Kasus Dugaan Korupsi Kades Mojoagung, Kejari Tuban: Proses Hukum Lanjut

Kasus ini berawal dari adanya paket'>pengiriman paket di Yogyakarta yang ternyata berisi narkoba.

"Untuk case tersebut yang terjadi di Yogyakarta dan sedang dilakukan pendalaman serta assesment terhadap kasus tersebut yang ditangani oleh Polresta Yogyakarta," terang Dedi.

“Khusus kasus paket dari China maka tim akan melakukan pendalaman lebih lanjut,” sambung Dedi.

Baca: Takut Warna Celana Jeans Memudar? Lakukan 3 Cara Ini Saat Mencuci

Baca: Jelang Pendaftaran CPNS 2018, Pemohon SKCK di Polres Tulungagung Melonjak Dua Kali Lipat

Untuk diketahui, sebelumnya sempat beredar informasi dari Kapolda yang berisi himbauan kepada ketua RT dan RW agar lebih agar lebih waspada dengan adanya paket'>pengiriman paket yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri.

Pesan berantai yang mengatasnamakan Kapolda dan Humas Polri itu menyebutkan bahwa sindikat narkoba sedang melakukan modus dengan salah kirim paket lalu penerima paket akan dijadikan tersangka.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Prasetyo menegaskan itu adalah hoax.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul 'Polri Himbau Masyarakat Waspada soal Isu Sindikat Narkoba Bermodus Salah Kirim Paket' pada Selasa 18 September 2018.

Penulis: Arum Puspita
Editor: Adrianus Adhi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help