Pilkada 2018

Komisioner KPU Sampang Kelabakan Tahu MK Perintahkan Pemungutan Ulang di 1.450 TPS

Komisioner KPU Sampang mengaku terkejut setelah mengetahui Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan agar dilakukan PSUdi 1.450 TPS.

Komisioner KPU Sampang Kelabakan Tahu MK Perintahkan Pemungutan Ulang di 1.450 TPS
mahkamahkonstitusi.go.id
Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta. 

SURYA.co.id | SAMPANG – Komisioner Sampang'>KPU Sampang mengaku terkejut setelah mengetahui Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan agar dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Sebenarnya, yang membikin komisioner Sampang'>KPU Sampang terkejut adalah jumlah tempat pemungutan suara (TPS).

Sebab,  pemohon hanya menggugat pemungutan suara ulang di 122 TPS.

Namun, MK memutuskan lain, yakni jumlahnya jauh lebih besar. Dalam putusan MK, Sampang'>KPU Sampang harus melakukan PSU di 1.450 TPS.

“Hasil putusan MK ini di luar perkiraan kami. Karena yang digugat pemohon itu hanya sebanyak 122 TPS yang minta diulang. Tapi MK memerintahkan 1.450 TPS di seluruh Sampang digelar PSU,” kata Syamsul Muarif, Ketua Sampang'>KPU Sampang kepada SURYA.co.id, Kamis (6/9/2018).

Syamsul Muarif mengaku tidak percaya mengetahui hasil putusan MK itu.

Apalagi, MK memberi batas waktu paling lama PSU dilaksanakan paling lama 60 hari setelah putusan.

Hal itu membuat komisioner Sampang'>KPU Sampang kelabakan. Sebab, mereka juga sedang mempersiapkan pencalegan dan Pilpres 2019.

Tadi siang, mereka langsung melakukan konsolidasi internal untuk melakukan persiapan PSU.

Menurut Syamsul Muarif, putusan itu karena MK menganggap terjadinya penggandaan pemilih, sehingga semua TPS di Sampang dianggap sama terjadi seperti itu. Padahal faktanya tidak seperti itu.

Halaman
12
Penulis: Muchsin
Editor: Iksan Fauzi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help