Berita Mojokerto

Warga Masih Resah, BBKSDA Siap Bantu Sewa Pawang untuk Buru Ular Piton di Gua Unengan Mojokerto

Diduga masih ada lima ekor ular Piton berukuran besar lebih dari lima meter bersarang di kawasan Gua Unengan

Warga Masih Resah, BBKSDA Siap Bantu Sewa Pawang untuk Buru Ular Piton di Gua Unengan Mojokerto
SURYAOnline/Mohammad Romadoni
Warga mengeluarkan ular Piton dari dalam karung bekas hasil berburu di kawasan goa Unengan 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Anggota Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, turut memantau keberadaan habitat ular Piton liar di kawasan Gua Unengan Mojokerto.

Mereka berharap kerjasama dengan warga setempat agar melaporkan ke pihak pemerintah desa jika melihat penampakan ular Piton.

Baca: Tiga Ular Piton Hasil Tangkapan Masih Berada di Kampung Unengan Mojokerto, Kondisi Hewan Itu Kini

Baca: Usai Gerhana Bulan Tampaklah Ular Piton Berukuran Tak Lazim, Ini yang Dilakukan Warga Mojokerto

Baca: Keresahan Warga Belum Selesai, Penampakan Ular Piton Berukuran Tak Lazim Terlihat Lagi di Mojokerto

Abdul Khalim, Kepala Resort Konservasi Wilayah Mojokerto-Sidoarjo BBKSDA Jatim menjelaskan, pihaknya tidak pernah melarang masyarakat berburu menangkap ular Piton asalkan tetap menjaga keselamatannya.

Namun, pihaknya bersedia membantu menangkap ular Piton di kampung Unengan apabila ada penampakan ular di permukiman warga setempat.

Jika nantinya merasa diperlukan pihaknya akan menyewa jasa pawang ular untuk membantu warga berburu ular Piton.

"Kami carikan pawang ular yang bersedia membantu menangkap Ular Piton.

Karena petugas BBKSDA sendiri itu belum ada yang mempunyai keterampilan khusus menangkapnya ular seperti pawang ular," ungkap kepada Surya.co.id, Jumat (3/8/2018).

Khalim mengatakan, paling efektif nantinya BBKSDA meminta bantuan warga atau pawang ular di desa setempat untuk menangkapnya ular jika ada laporan warga yang melihat penampakan ular Piton.

"Kalau melihat ular Piton lebih baik melapor ke pihak desa, agar bisa bersama-sama melakukan pengamanan menangkap ular tersebut," ujarnya.

Baca: Tak Hanya di Mojokerto, di Lamongan Juga Bermunculan Ular Piton Berukuran Tak Lazim

Khalim memaparkan perlu digarisbawahi sebagai informasi masyarakat ular Piton di habitatnya akan keluar dari sarangnya ketika lapar mencari mangsa atau sumber air untuk minum.

Sepanjang ular itu tidak mengganggu atau mengusiknya maka ular Piton tersebut hanya sebatas mencari makan saja.

Karena ular tidak akan mengganggu kalau tidak merasa diganggu.

Baca: Setahun Berlalu, Kembar Andiana Andiani Ceritakan Pengalaman Jadi Korban Jambret Hingga Diamputasi

Baca: Denada Tolak Rencana Galang Dana untuk Shakira, Alasannya Kata Indra Bekti Amazing Banget

Disisi lain, BBKSDA bakal mengedukasi masyarakat setempat supaya menangkap satwa liar dalam kondisi hidup dan tidak melukainya bahkan jangan sampai membunuhnya.

"Lha kalau masyarakat tahu di situ habitatnya ular Piton ya sebaiknya menghindar jaga jarak dengan satwa untuk kelestarian alam," ucap Khalim.

Sebelumnya, Suwarto (50) warga setempat yang merupakan pawang ular menduga masih ada lima ekor ular Piton berukuran besar lebih dari lima meter bersarang di kawasan Gua Unengan dan di sepanjang sungai aliran irigasi.

Keberadaan ular Piton tersebut telah dianggap meresahkan masyarakat, lantaran ditengarai seringkali memangsa hewan ternak milik warga setempat.

Baca: Titiek Soeharto - Prabowo Subianto Saling Unggah Foto Mesra, Netizen Heboh: Kayaknya Ada yang CLBK

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help