Berita Tulungagung

Lebih Dari 10 Penjual Obat Keras Ditangkap, Tapi yang Jualan Masih Banyak

Meski polisi gencar menindak penjual obat keras yang harusnya pakai resep dokter, tapi penjualan di Tulungagung masih kencang. Kok bisa?

Lebih Dari 10 Penjual Obat Keras Ditangkap, Tapi yang Jualan Masih Banyak
ist
ilustrasi 

SURYA.co.id | TULUNGAGUNG - Personil Unit Reskrim Polsek Boyolangu, Tulungagung, menyita obat-obatan berbahaya yang dijual bebas. Padahal, untuk mendapatkannya, harus dengan resep dokter. 

Penyitaan dilakukan di sebuh toko obat di Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Jumat (27/7/2018) lalu.

Obat yang disita antara lain, 14 strip Ponstan, delapan strip dan empat butir Dramamine, delapan strip Neuralgin, 39 strip dan satu butir super tetra, 14 strip Amoxicilin, serta 30 strip Ampicilin.

Kapolsek Boyolangu, AKP Pudji Widodo mengatakan, penjual obat ini tidak punya keahlian kefarmasian.

Selain itu penjual ini juga tidak punya izin. Karena itu obatnya disita dan pemiliknya diproses.

“Obat yang seharusnya dijual dengan resep dokter, tapi dijual seenaknya. Ini kan berbahaya bagi masyarakat,” terang Widodo, Senin (30/7/2018).

Widodo menambahkan, banyak penjual obat yang berlaku sembrono.

Selain obat berbahaya, mereka kerap menjual obat setelan.

Terutama untuk obat sakit gigi, asam urat, pegal linu dan sebagainya.

Polsek Boyolangu gencar melakukan penindakan.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help