Berita Sidoarjo

Asli Bikin Geram Pengakuan Pria di Sidoarjo yang Jual Istri untuk Layanan Threesome

Sf sudah sekitar satu tahun menjual istrinya untuk melayani hubungan intim bertiga dengan pria lain alias threesome

Asli Bikin Geram Pengakuan Pria di Sidoarjo yang Jual Istri untuk Layanan Threesome
SURYAOnline/M. Taufik
SF ketika menjalani penyidikan di unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Nada bicara Sf sedikit terbata saat ditanya sejumlah wartawan terkait perilakunya yang nyeleneh. Menjual istri dan melayani hubungan intim bertiga dengan pria lain alias threesome.

Pria 49 tahun yang tinggal di Desa Tambakkemerakan, Krian, Sidoarjo itu mengaku sudah sekitar satu tahun tega menjual istrinya sendiri untuk melayani pria lain. Sekaligus bersedia main bertiga bareng pelanggannya.

Baca: Pria Sidoarjo Jual Istrinya Lewat Media Sosial, Tawarkan Layanan Hubungan Badan yang Tak Biasa

"Sejak sekitar pertengahan tahun 2017 lalu. Atau sudah sekitar satu tahun," jawab bapak satu anak asal Sumenep, Madura tersebut saat di Mapolresta Sidoarjo, Selasa (10/7/2018).

Diceritakannya, ide itu bermula dari beberapa cerita di group media sosial yang diikutinya. Tertarik dengan perilaku seks model itu, dia dan istri kemudian sepakat untuk melakoninya.

"Istri saya tidak keberatan kok, ini atas dasar kesepakatan," dalih bapak satu anak tersebut ketika menjalani penyidikan di unit PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo.

Dalam menjalankan usaha haramnya itu, dia juga mengawali berbincangan di beberapa group sosmed yang diikuti. Setelah pembicaraan menjurus ke sana, komunikasi dilanjutkan via jalur pribadi alias chat langsung.

Dia juga bisa mengirimkan foto-foto istrinya yang dalam keadaan bugil kepada calon konsumen. Termasuk bagaimana cara berhubungan yang diinginkan calon konsumen, juga biasa diobrolkan dulu sebelum deal.

Tarif yang dipatok untuk sekali main threesome bareng pasangan suami istri ini Rp 500.000. Jika di hotel, pelanggan yang berkewajiban membayar hotelnya. Tapi kalau main di rumah free, alias hanya bayar Rp 500.000. Ya, tersangka ini juga bersedia melayani konsumen di rumahnya, yang penting anaknya yang masih kelas 5 SD itu tidak tahu.

Seperti saat digrebek petugas PPA Satreskrim Polresta Sidoarjo, Sf sedang main bertiga dengan istri dan seorang pria lain. Mereka pun digelandang ke Mapolres untuk menjalani pemeriksaan. Namun hanya Sf yang jadi tersangka karena dia yang terbukti melakukan tindak pidana berdagangan orang sebagaimana pasal 296 KUHP dan atau pasal 506 KUHP.

Ketika digrebek itu, pelanggan baru bayar DP Rp 300.000. Perjanjiannya, Rp 200.000 sisanya dibayar setelah layanan selesai. Tapi sayang, keburu digrebek petugas kepolisian sebelum aktivitas terlarang itu selesai dilakukan di rumah tersangka.

Penulis: M Taufik
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved