Ramadhan 2018

Ingin Bayar Zakat Fitrah dengan Uang Tunai? Begini Penjelasan Hukumnya dalam Islam

Zakat fitrah bukan hanya sebagai ibadah penutup Ramadhan, namun juga dianggap sebagai penyempurna ibadah selama Ramadhan.

Ingin Bayar Zakat Fitrah dengan Uang Tunai? Begini Penjelasan Hukumnya dalam Islam
Forkom Jerman

SURYA.co.id - Jelang hari-hari terakhir Ramadhan, umat muslim di seluruh dunia diharuskan membayar zakat fitrah.

Bukan hanya sebagai ibadah penutup Ramadhan saja, namun zakat fitrah juga dianggap sebagai penyempurna ibadah selama Ramadhan dan juga sebagai sarana pembersih jiwa serta harta benda.

Biasanya, umat muslim membayar zakat fitrah dengan menggunakan bahan makanan pokok, seperti beras.

Baca: Ciputra Waterpark Tawarkan Keseruan Berpetualang di Luar Angkasa Saat Libur lebaran

Baca: Bosan Saat Perjalanan Mudik? 5 Hal Kegiatan Ini Bisa Bantu Menghilangkannya

Baca: Hati-hati, Jangan Jadikan Puasa Untuk Diet Dadakan. Ini Alasannya

Umumnya, takaran beras yang dizakatkan berkisar 2,5 hingga 3 kg.

Namun, ada juga yang membayarnya menggunakan uang tunai.

Lantas, bagaimana hukumnya jika membayar zakat fitrah menggunakan uang tunai?

DIlansir Tribun Style dari nu.or.id, berikut penjelasan mengenai boleh tidaknya umat muslim membayar zakat fitrah dengan uang tunai.

Pendapat yang membolehkan

Pendapat ini berasal dari sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107; Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, XXV/83).

Dalil yang menjadi dasar mereka adalah firman Allah SWT yang berbunyi, ”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” (QS at-Taubah [9] : 103).

Halaman
123
Editor: Akira Tandika
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help