Berita Jember

Dijanjikan THR, Karyawati di Jember Ini Malah Dapat Pelecehan Seksual Bos Sendiri, Begini Kisahnya

Korban juga mengaku kalau pencabulan yang dilakukan pelaku sudah kedua kalinya. Pertama dilakukan di rumah korban saat kondisi rumah sepi.

Dijanjikan THR, Karyawati di Jember Ini Malah Dapat Pelecehan Seksual Bos Sendiri, Begini Kisahnya
ist
Ilustrasi 

SURYA.co.id | JEMBER – Berharap mendapatkan uang untuk merayakan lebaran alias uang THR,  AY (16) warga Dusun Krajan Desa Umbulsari Jember malah dapat perlakuan tidak mengenakkan dari sang bosnya sendiri.

Bersama dengan ayahnya, karyawati salah toko sepatu terbesar di Kecamatan Kencong ini lantas melaporkan perbuatan majikannya AN (40) ke Unit PPA Polres Jember, Rabu (30/5/2018).

"Saya orang kecil minta keadilan di sini, saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini. Anak saya dicabuli orang yang selama ini menjadi langganan penumpang saya," kesal US orang selaku tua korban ketika mendampingi anaknya ke Polres Jember (30/5/2018).

US sang ayah korban menuturkan, kejadian pencabulan bermula saat itu bos putrinya menjemput AY di rumahnya. Dalihnya untuk diajak ke rumah saudaranya yang ada di Jember untuk mengambil THR dan mengurus Visa.

Tapi saat sampai di Jember rencana bosnya untuk mengurus keperluannya nyatanya tidak terlaksana. Berdalih merasa lapar, kemudian pelaku membeli nasi bungkus untuk dimakan di rumah saudaranya.

Kemudian ia mengajak korban ke hotel dengan alasan untuk beristirahat sejenak.

"Saya tidak tahu, tiba-tiba diajak masuk hotel. Saya kira itu hotel rumah saudaranya, saya disuruh masuk kamar untuk menunggu. Sedangkan bos saya bilangnya mau nemui saudaranya. Di situ saya diapa-apakan sama bos" ujar AS dengan didampingi orang tuanya.

Saat di kamar hotel itulah pelaku meminta korban untuk melepas bajunya.

"Saat saya disuruh melepas baju paksa cium, saya berontak, saya meronta-ronta minta tolong tapi enggak ada yang mendengar," ujar korban.

Korban juga mengaku kalau pencabulan yang dilakukan pelaku sudah kedua kalinya. Pertama dilakukan di rumah korban saat kondisi rumah sepi.

"Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya, saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini," pungkas US orangtua korban yang selama ini berprofesi sebagai tukang becak.

Sementara itu, pihak Polres Jember masih menerima laporan dari pelapor, untuk tindakan selanjutnya masih menunggu instruksi lanjutan dari Kapolres Jember.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: irwan sy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help