Berita Pasuruan

Remaja 16 Tahun yang Tewas Itu Ingin Jadi Polwan, Lulus SMP Malah Ogah Lanjutkan Sekolah

Gadis kelahiran 10 Desember 2001 itu sempat ingin menjadi polisi wanita. saay selesai SMP ia ogah lanjutkan sekolah.

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Titis Jati Permata
surya/galih lintartika
Mayat separo telanjang yang ditemukan di areal persawahan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Selasa (26/9/2017) siang. 

SURYA.co.id | MALANG - Meski rumah korban pembunuhan di areal persawahan Purwodadi, Pasuruan, EPN (16) di Dusun Kalisuko Desa Sumber Suko Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, Rabu (27/9/2017) terlihat ramai, namun tidak terlihat teman sebaya korban.

"Teman-temannya tahu rumah ini, tapi belum ada yang datang. Ya mungkin takut," kata sang ibu, Indra Kusmantrini pada SURYA.co.id.

Wajar saja. Pasalnya Eka terakhir kali terlihat di rumah pada tanggal 18 September.

Pada siang harinya, ia pamit pada Indra untuk pergi ke warnet.

(Cerita Ibu Remaja yang Tewas Separo Telanjang di Pasuruan : Dia Memang Jarang Pulang. . .)

"Sampai malam itu tidak pulang, tapi malah ketahuan ada di rumah temannya di dekat sini. Saat itu dia bilang sudah dapat kerjaan, tapi masih menunggu kabar lagi. Setelah itu bukannya pulang, dia malah pergi lagi sampai kemudian ditemukan sudah meninggal," cerita Indra.

Indra dan suaminya, Ariyanto baru mengetahui kabar kematian Eka lewat sosial media Facebook, Selasa (26/9/2017) malam.

(BREAKING NEWS - Terungkap! Identitas Mayat Perempuan Separo Telanjang di Pasuruan, Ternyata Dia. . .)

Mayat perempuan setengah telanjang yang diduga menjadi korban pembunuhan, Selasa (26/9/2017) siang.
Mayat perempuan setengah telanjang yang diduga menjadi korban pembunuhan, Selasa (26/9/2017) siang. (surya/istimewa)

Jenazah Eka sempat tidak teridentifikasi karena ia belum memiliki identitas diri.

Sang nenek, Titik Kusmaherni mengatakan gadis kelahiran 10 Desember 2001 itu sempat ingin menjadi polisi wanita.

"Badannya kan tinggi, jadi dia sempat ingin jadi polwan. Tapi selesai SMP tidak mau sekolah lagi," ungkapnya.

Eka juga sering bermain ke rumah neneknya di kawasan Bedali, Lawang.

Ia terakhir ke rumah neneknya pada tanggal 15-18 September 2017, sebelum kembali ke rumah, kemudian hilang dan ditemukan tidak bernyawa di Purwodadi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved