Citizen Reporter

Di Museum Kolong Tangga Ini Pengunjung Sontak Dipaksa Kembali ke Masa Kecil

tak terkecuali, siapapun yang masuk ke Museum Kolong Tangga ini, sontak dipaksa kembali ke masa kanak-kanak...

Di Museum Kolong Tangga Ini Pengunjung Sontak Dipaksa Kembali ke Masa Kecil
citizen/endang indri astuti
Museum Kolong Tangga 

 

 Reportase : Endang Indri Astuti
Pegiat literasi/tinggal di Klaten
indriaworld.blogspot.com

UNTUK pertama kalinya, kami dari berbagai grup kepenulisan bertemu di Minggu pagi di sudut nol kilometer, Yogyakarta. Kami akan mengikuti kopdar Komunitas Bisa Menulis. Sembari menunggu teman-teman yang belum hadir, saya, bersama Bang Redy, Bang Ragiel, Wahyu, Hafidah, Annisa, Nunuk dan Inov menyempatkan diri mengunjungi Museum Kolong Tangga, persis di samping Taman Pintar.

Bernostalgia kembali menikmati permainan masa kecil, itulah yang pertama kali kami rasakan ketika masuk ke Museum Kolong Tangga. Disebut Museum Kolong Tangga, karena letak museum ini tepat berada di bawah tangga gedung Taman Budaya Yogyakarta yang beralamat di Jalan Sriwedari No. 1 Yogyakarta.

Mesum ini adalah museum anak dan permainan yang pertama di Indonesia, sekaligus sebagai museum pendidikan dan mainan. Tidak hanya permainan anak saja, tetapi juga segala hal yang berhubungan dengan anak-anak ada di museum ini. Dapat disimak perkembangan permainan anak baik di Indonesia maupun di dunia.

Sedikitnya terdapat 15.000 sampai 17.000 koleksi yang ditampilkan secara berkala di museum ini. Seperti boneka, botol susu zaman dulu, boneka pertunjukan, klomban-klamben, angklung, egrang dan masih banyak lagi. Berkunjung ke Museum Kolong Tangga, selain menambah wawasan juga membuat pengunjung mengenal bermacam permainan dan dunia anak baik di Indonesia maupun dunia.

Tiket masuk museum pun bisa dibilang sangat murah, hanya 4.000 rupiah saja. Museum ini berdiri sejak tahun 2008, dan selalu memiliki pembaharuan setiap tahunnya untuk memberikan kesegaran pengetahuan bagi pengunjungnya. Museum ini buka setiap hari Selasa-Minggu, pukul 09.00 sampai 16.00 WIB.

          Tak sekadar melihat-lihat, pengunjung bisa juga membeli aneka mainan anak seperti kipas kertas, malam warna-warni, kartu mainan anak dan lain-lain di area depan museum dengan harga terjangkau. Sebagai generasi muda, sudah seharusnya melestarikan budaya di negeri ini. Mengunjungi museum adalah salah satu cara untuk mengenal dan menanamkan budaya cinta akan sejarah negeri ini. Jadi mari ubah konsep pemikiran tentang jalan-jalan ke museum itu membosankan. Jadi, Ayo ke museum!

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help