Malang, Masuk Deretan Kota Paling Nyaman dan Layak Huni

Ketujuh kota tersebut, menurut IAP, merupakan kota yang memiliki index persepsi di atas rerata dan memenuhi 27 indikator.

Malang, Masuk Deretan Kota Paling Nyaman dan Layak Huni
surya/adrianus adhi
Situasi jalanan sekitar tugu Kota Malang, Rabu (9/4/2014) pagi. 

SURYA Online, JAKARTA - Kota paling nyaman dan layak huni di Indonesia ternyata Balikpapan, Kalimantan Timur.

Penilaian ini berdasarkan survey Indonesian Most Livable City Index yang dilansir Ikatan Ahli Perencana Indonesia (IAP).

Balikpapan memiliki nilai di atas rerata secara nasional.
Kota ini  unggul dalam aspek tata kota dan pengelolaan lingkungan dibandingkan dengan kota-kota lainnya yang disurvei IAP berdasarkan persepsi masyarakat.

Kota terbesar kedua di Kalimantan Timur ini mengalahkan Yogyakarta yang selama dua kali berturut-turut yakni tahun 2009 dan 2011 tampil sebagai kota ternyaman.

Sementara enam kota lainnya yang masuk dalam kategori kota paling nyaman dan layak huni adalah Solo, Malang, Yogyakarta, Makassar, Palembang dan Bandung.

Ketujuh kota tersebut, menurut IAP, merupakan kota yang memiliki index persepsi di atas rerata dan memenuhi 27 indikator.

Di antaranya, ketersediaan fasilitas kesehatan, kualitas fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas pendidikan, kualitas fasilitas pendidikan, ketersediaan fasilitas rekreasi, kualitas fasilitas rekreasi, ketersediaan energi listrik, ketersediaan air bersih, dan kualitas air bersih.

Kriteria lainnya adalah kualitas jaringan telekomunikasi, ketersediaan lapangan pekerjaan, tingkat aksesibilitas tempat kerja, tingkat kriminalitas, interaksi hubungan antarpenduduk, informasi pelayanan publik, dan ketersediaan fasilitas kaum difabel.

Ketua Umum IAP, Bernardus Djonoputro, menjelaskan, survei Indonesian Most Livable City Index merupakan persepsi masyarakat.

Jumlah responden dalam survey ini berjumlah 1.000 orang yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan margin error 2 persen.
Indonesian Most Livable City Index bertujuan untuk mengukur kualitas kehidupan warga kota dan identifikasi awal faktor-faktor kritis pembangunan pada masing-masing kota berdasarkan persepsi warga.

Editor: Titis Jati Permata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved