Liputan Khusus Klenik Politik
Caleg Berdatangan ke Makam di Malam Hari
Meski begitu, dia mewanti-wanti agar para caleg yang meminta doa di sana, tidak berbuat syirik.
SURYA Online, LAMONGAN - Cerita Halimatus ini diamini Yahya, juru kunci makam Sunan Drajat.
Menurut Yahya, musim pemilu sekarang ini, peziarah yang datang tengah malam memang meningkat tinggi.
Mereka inilah yang umumnya berlatar caleg. Mereka muncul tengah malam karena meyakini bahwa lingsir malam hingga subuh merupakan waktu mustajabah untuk berdoa.
”Kalau ada maunya, pasti datang ke sini. Termasuk kalau wartawan mau naik pangkat, bisa kok kalau baca doa di sini,” kata Yahya sembari tertawa.
Setiap peziarah, termasuk para caleg, hampir semuanya menemui Yahya sebelum melakukan ritual.
Tapi, Yahya tidak peduli dengan embel-embel gelar dan jabatan peziarah.
”Mau presiden, caleg, pejabat sampai tukang becak, kalau mau baca doa di dalam, monggo saya bukakan pintu. Saya tidak pilih kasih. Semuanya sama di mata Allah,” kata dia.
Meski begitu, dia mewanti-wanti agar para caleg yang meminta doa di sana, tidak berbuat syirik.
Yahya mengawasi betul gerak-gerik para peziarah agar tidak menyalahgunakan makam Sunan Drajat.
Yahya menduga, para caleg senang ke makam Sunan Drajat karena di malam hari suasananya sangat hening.
”Memanjatkan doa jadi jauh lebih khusuk. Suasana di sini tenang jadi lebih konsentrasi kalau pas membaca doa,” ujar pria yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi penjaga area makam itu.
Makam anggota Wali Songo itu selalu buka 24 jam. Ada tiga juru kunci yang bergantian menjaga makam.
Yahya mengatakan, di komplek itu ada juga makam istri Sunan Drajat dan para pengikutnya.
Sunan Drajat merupakan putra Sunan Ampel yang mulai melakukan dakwah Islam dengan berpusat di Kecamatan Paciran, sekitar abad ke-15.
Beberapa peninggalan yang berkaitan dengan upaya sang wali menyebarkan Islam di tanah Jawa, saat ini disimpan dalam sebuah museum yang terletak tak jauh dari makam. (ben/idl)