Kriuk Renyah Rempeyek Cinta
Cemilan murah meriah renyah ini jamak ditemui di mana-mana, namun rempeyek cinta Mbak Tri dijamin beda. Ini dia rahasianya...
Oleh : Aflahul Abidin
Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Islam Darul Ulum Lamongan
aflahulabidin2@gmail.com
REMPEYEK cinta rasa, begitu Mbak Tri menamai produknya. Tak sekadar memberi citra rempeyek buatannya mengutamakan kualitas rasa, tapi juga membuat jatuh cinta mereka yang pertama mencoba rempeyeknya. Sama seperti rempeyek lain, bahan dasar rempeyek Mbak Tri adalah tepung beras, telur, dan tentu saja bumbu komplet seperti komplet (bawang putih, ketumbar, kemiri, kencur, kunyit, garam, kunyit, tanpa bawang merah), dan air kapur sirih. “Itu bae. Tidak ada bumbu-bumbu lain,” ujar Mbak Tri dalam logat khas Pantura.
Apa yang membuat rempeyek gawean wong Sedayulawas, Brondong, Lamongan ini enak dan renyah? Ternyata, perempuan 40 tahun ini membuat rempeyek penuh pertimbangan. Semua bahan harus ditimbang sebelum diaduk rata. Tak boleh asal-asalan. Kebiasaan ini sudah menjadi kewajiban setiap kali Mbak Tri membuat rempeyek. Alasannya rasa dan renyahnya rempeyek sangat ditentukan oleh komposisi bahan yang digunakan.
Mula-mula ia menimbang semua bahan memakai timbangan pasar. Untuk 11 kg tepung beras, memakai telur 1,5 kg, bahan yang lain harus menyesuaikan. Setelah semua bahan dicampur, tinggal menambahkan bahan taburan saja dan adonan siap digoreng.
Mbak Tri hanya memakai dua jenis taburan, yakni kacang tanah cincang dan kacang hijau. Cara memasak keduanya pun sama, dengan meratakan satu irus adonan pada tepi-tepi wajan yang berisi minyak goreng. Hanya, persiapan sebelum menggoreng yang berbeda.
Untuk rempeyek kacang tanah Mbak Tri menambahkan irisan daun bawang agar rasa rempeyek lebih enak. Sementara rempeyek kacang hijau harus direndam semalam agar kacang tidak alot. Taburan kacang hijau ini tak perlu imbuhan daun bawang. “Rempeyek kacang hijau rasanya nggak cocok dicampur daun bawang,” itu alasan Mbak Tri.
Agar rempeyek bisa terbentuk rata (luas dan tipis), saat digoreng ujung bagian atas harus menempel dengan wajan dan tak boleh terendam dalam minyak goreng. Ketika sedikit kering, adonan baru boleh ditenggelamkan ke dalam minyak. Lima menit menyelam dalam wajan, rempeyek siap diangkat dan ditiriskan untuk kemudian dibungkus.
Mbak Tri mengingatkan, jika ingin rempeyek kriuk renyah, harus memperhitungkan campuran air kapur sirihnya. Terlalu sedikit air kapur sirih membuat rempeyek jadi alot. Namun jika terlalu banyak rasa rempeyek malah pahit. “Pokoknya harus pas!” tegasnya. Rempeyek cinta rasa Mbak Tri dikemas dalam dua ukuran, yaitu kemasan besar dan kecil dibanderol Rp 13.500 dan Rp 2.000 per bungkusnya.