Surya/

Jaksa Sidik Dugaan Korupsi Pengadaan Alat Lab di Farmasi

Pemanggilan pemasok barang itu diperlukan untuk mengetahui spesifikasi barang-barang tersebut.

SURYA Online, JEMBER - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember  sedang
menyidik kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan laboratorium di
Fakultas Farmasi Universitas Jember (Unej). proyek pengadaan peralatan laboratorium itu menggunakan dana APBN tahun 2011 senilai Rp 30 miliar.

Dari informasi yang dihimpun Surya, indikasi perbuatan melawan hukum kasus itu terlihat dari keterlambatan kedatangan barang. Pengadaan barang di tahun 2011 seharusnya rampung dikerjakan sebelum 29 Desember 2011. Tetapi ada sejumlah barang yang datang di tahun 2012.

Setelah barang datang, ternyata ada barang yang rusak. Bahkan sampai sekarang barang itu tidak bisa dioperasikan. Ada dua barang yang rusak.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Jember, M hambaliyanto mengaku tidak ingat barang apa yang rusak ketika datang. "Karena jumlah barangnya banyak, saya lupa karena tidak bawa catatan. Tetapi nilai barang itu (yang rusak) sekitar Rp 2 miliar," ujar Hambaliyanto yang dihubungi Surya, Rabu (20/3/2013).

Alat laboratorium yang diadakan untuk Fakultas Farmasi sebanyak 124
item barang. Karenanya, Hambaliyanto mengaku tidak ingat satu per satu barang tersebut.  Salah satu contoh peralatan laboratorium itu adalah mikroskop.

"Ya sejenis itulah, kayak mikroskop. Perlu kita tanyakan lagi ke
ahlinya terkait barang-barang itu," lanjutnya.

Ia menambahkan, pihak pejabat pembuat komitmen (PPK) juga panitia
lelang, dan panitia penerima barang sudah dimintai keterangan. Petugas laboratorium di Fakultas Farmasi juga sudah dimintai keterangan.

Rabu (20/3/2013) jaksa memanggil suplier atau pihak yang menyediakan barang dari Jakarta. "Hari ini memang sudah dipanggil, tetapi kok sampai sekarang belum datang. Ada satu suplier dari Jakarta yang kita panggil," ujar Hambaliyanto yang dihubungi pukul 14.00 WIB.

Pemanggilan pemasok barang itu diperlukan untuk mengetahui spesifikasi barang-barang tersebut.  Spesifikasi barang juga diteliti untuk memastikan adanya penggelembungan barang atau tidak.

Keseluruhan, ada enam pemasok barang dalam proyek tersebut. Sementara pemenang tender pengadan proyek itu adalah CV GARUDA SAKTI yang beralamat di jalan Bhakti Husada I No. 22 Surabaya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Satwika Rumeksa
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help