Rabu, 29 April 2026

tiket.com Outlook Pariwisata 2026, Liburan Singkat Jadi Pola Utama Masyarakat dalam Berwisata

tiket.com bersama Lokadata resmi meluncurkan tiket.com Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel.

Tayang:
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: irwan sy
tiket.com
TOURISM TREND 2025 & OUTLOOK 2026 - Dari kiri ke kanan : Firnandi Gufron, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran, Kementerian Pariwisata RI, bersama Tifanny Tjiptoning, Chief Strategy Officer tiket.com, dan Suwandi Ahmad, Chief Data Officer Lokadata, saat launching tiket.com : Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel. Sebuah program tahunan tiket.com yang didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengulas tren perjalanan dan perubahan perilaku konsumen pariwisata Indonesia. 

Ringkasan Berita:
  • tiket.com dan Lokadata meluncurkan Tourism Trends 2025 & Outlook 2026 didukung Kemenparekraf untuk memetakan arah pariwisata nasional.
  • Riset menunjukkan pariwisata Indonesia masuki fase recalibration, fokus pada makna perjalanan, kebersamaan keluarga, dan fleksibilitas waktu.
  • Tren 2025 didominasi short trip 1–3 hari, perjalanan domestik, moda darat, villa, dan atraksi ramah keluarga.
  • Perilaku wisatawan makin digital, momentum-driven, sadar keberlanjutan, dan membuka peluang destinasi alternatif.

 

SURYA.co.id | SURABAYA - tiket.com bersama Lokadata resmi meluncurkan tiket.com Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel.

Event itu adalah sebuah program tahunan tiket.com yang didukung oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia untuk mengulas tren perjalanan dan perubahan perilaku konsumen pariwisata Indonesia.

Baca juga: Tiket.com Umumkan Pemenang Jagoan Pariwisata 2025, Dorong Desa Wisata Jadi Motor Ekonomi Lokal

“Forum ini menjadi ruang penting untuk membaca arah pasar, merespons perilaku wisatawan nusantara, sekaligus menyelaraskan strategi pemerintah dan industri ke depan. Pariwisata Indonesia perlu terus beradaptasi dengan menghadirkan produk yang relevan, berkualitas, dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku industri, kami optimistis pariwisata nasional tidak hanya mampu menghadapi tantangan, tetapi juga tumbuh semakin tangguh dan berdaya saing di 2026,” kata Ni Luh Enik Ermawati, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Rabu (17/12/2025).

Dalam laporan tiket.com Tourism Trends 2025 & Outlook 2026: Redefining The New Shape of Travel ini, data menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia memasuki fase kalibrasi ulang (recalibration), di mana pola bepergian masyarakat Indonesia mulai lebih stabil dan terdefinisi.

Tentang Makna

Perjalanan kini tidak sekadar tentang frekuensi, tetapi tentang makna: kebersamaan keluarga, kualitas pengalaman, dan fleksibilitas waktu.

Berdasarkan survei konsumen tiket.com yang diolah oleh Lokadata, sebanyak 76 persen masyarakat melakukan perjalanan dengan tujuan untuk berlibur dan berekreasi.

Orientasi wisata pun masih berpusat pada liburan keluarga.

Sementara itu, bepergian dengan teman, pasangan maupun solo travel menempati posisi menengah.

Data menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia lebih nyaman bepergian dengan lingkaran terdekat, dianggap lebih nyaman, aman, fleksibel dan sesuai dengan preferensi mereka sendiri.

"Pola ini mengarahkan bahwa perjalanan bukan hanya aktivitas rekreatif, tetapi sebuah ruang untuk memperkuat koneksi emosional dalam lingkaran terdekat," jelas Tifanny Tjiptoning, Chief Strategy Officer tiket.com.

Pola Konsumen

Kalibrasi ulang ini pun tercermin dari pola pemesanan konsumen.

Berdasarkan data tiket.com, sepanjang 2025, seluruh kategori pariwisata mencatat pertumbuhan positif bila dibandingkan setahun sebelumnya, di mana pemesanan transportasi tumbuh 23 persen, akomodasi meningkat 20 persen, dan atraksi wisata melonjak hingga 38 persen.

Dari data tersebut, menunjukkan bahwa terjadinya pergeseran preferensi konsumen terhadap moda transportasi, pilihan akomodasi dan jenis atraksi yang dipilih.

Untuk transportasi adanya pergeseran ke moda darat, kereta api yang meningkat 47 persen  dan bus yang meningkat 46 persen.

Sumber: Surya
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved