Kamis, 11 Juni 2026

Amalan Islam

Cara Doa yang Benar dalam Islam Agar Dikabulkan Allah SWT

10 adab berdoa menurut Imam Al-Ghazali agar doa lebih mustajab dan mudah diijabah Allah SWT, mulai dari memilih waktu terbaik.

Tayang:
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidya
Surya.co.id/Ahmad Zaimul Haq
BERDOA - Ilustrasi seorang berdoa. Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumiddin menguraikan 10 adab berdoa 

Ringkasan Berita:
  • Imam Al-Ghazali menjelaskan 10 adab berdoa dalam kitab Ihya Ulumiddin.
  • Waktu terbaik berdoa antara lain Hari Arafah, Ramadan, Jumat, dan sepertiga malam terakhir.
  • Doa dianjurkan saat kondisi istimewa seperti antara azan dan iqamat, saat hujan, dan ketika berpuasa.

 

SURYA.C.ID - Berdoa merupakan modal utama seorang hamba dalam berserah diri dan memohon petunjuk serta rida Allah SWT.

Namun, agar permohonan kita tidak sekadar menjadi angin lalu, umat Muslim perlu memahami tata cara dan etika dalam bermunajat.

Dilansir dari laman Kemenag, ulama besar Imam Al-Ghazali dalam kitab legendarisnya, Ihya Ulumiddin telah merumuskan 10 adab berdoa yang menjadi kunci agar doa kita lebih mustajab dan cepat diijabah oleh Allah SWT.

Bagaimana cara doa yang benar dalam Islam sesuai tuntunan Al-Ghazali? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

10 Adab Berdoa Menurut Imam Al-Ghazali agar Mustajab

1. Memilih Waktu-Waktu Mulia

Salah satu rahasia agar doa cepat dikabulkan adalah dengan memanfaatkannya pada waktu-waktu yang dinilai sakral dan makbul oleh agama.

Tahunan: Hari Arafah dan bulan suci Ramadan.

Mingguan: Hari Jumat.

Harian: Waktu sahur atau sepertiga malam terakhir.

Rasulullah SAW menegaskan keutamaan waktu sahur dalam sebuah hadis:

"Allah SWT turun setiap malam ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir, lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni’.” (HR. Bukhari Muslim).

2. Memanfaatkan Kondisi-Kondisi Istimewa

Selain faktor waktu, momentum atau keadaan tertentu juga memiliki peluang besar untuk diijabah.

Contohnya adalah saat hujan turun, ketika sedang menjalankan ibadah puasa, sesudah menunaikan shalat fardhu lima waktu, serta jeda antara azan dan iqamat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved