TOPIK
Kejahatan Dimas Kanjeng
-
Uang yang dihimpun dari masyarakat disiapkan di kamar, mobil atau di kantong para pengikutnya.
-
Marwah Daud Ibrahim diperiksa untuk memperkuat penyidikan terkait penipuan dengan modus penggandaan uang oleh Dimas Kanjeng.
-
“Saya lupa diri dan hilang akal. Akhirnya saya putuskan untuk menjadi pengikut dengan menyetor mahar kepada koordinator itu,” kisahnya.
-
Sejak Sumarno masuk ke Padepokan Taat Pribadi, keluarga maupun tetangga sulit bisa menghubungi lewat telepon selulernya
-
Saat itu, kami sekeluarga kaget dan seperti tidak sadar, sehingga tidak sempat tanya identitas keempat pria yang mengantar jenazah Sumarno.
-
"Kami sudah mengecek ke puskesmas, dan memang ada yang sempat sakit bahkan meninggal," katanya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
-
"Awalnya tidak terlalu percaya, tapi setelah melalui proses identifikasi lengkap baru percaya kalau mayat itu Ismail," Ujar Taufik Hidayat
-
Kusharsono alias Ke Ho (45), warga keturunan Tionghoa asal Kelurahan Pelem, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, disinyalir membawa harta warisan keluarga...
-
"Waktu itu pihak keluarga masih belum begitu percaya kalau jenazah itu adalah Ismail. Karena saat itu kondisi wajahnya rusak di beberapa bagian," kata
-
Polisi memastikan pengikut Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi asal Lamongan ada 11 orang.
-
Para pengusaha tersebut menyetor uang 'mahar' kepada Dimas Kanjeng berharap uangnya menjadi lebih banyak.
-
"Sekarang surat keputusan kami serahkan ke kepolisian untuk memerintahkan menutup padepokan. Tidak usah menunggu MUI Pusat," ujar Sekretaris MUI Jatim
-
“Disini saya itu tenang sekali, saya bisa memperdalam ilmu agama,” ujarnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
-
"Kami tidak tahu kemana Sujak dan istrinya pergi," kata warga setempat kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
-
“Kami lihat saja nanti, ini masih dalam proses penyelidikan polisi,” tutupnya kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
-
"Setelah mendaftar, kami tinggal menunggu jadwal sidangnya kapan. Mudah - mudahan minggu depan sudah bisa sidang,"
-
Jarot Tri Wibowo, warga Kota Solo, Jawa Tengah, diduga menjadi pengikut dan korban Dimas Kanjeng Taat Pribadi, dukun pengganda uang asal Probolinggo.
-
mereka datang kesini mengajukan agar jenazah Ismail dimakamkan di Situbondo, daripada di Probolinggo. Alasannya jelas, agar keluarga lebih dekat kalau
-
“Saya memang santri dari padepokan,” kata Hasyim kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).
-
Korban bernama Yuli Susilowati, 53, asal Nganjuk ini datang ke Polda sekitar pukul 09.00 WIB dan mengaku mengalami kerugian Rp 200 juta.
-
Pemeriksaan Marwah Daud, Tajul Ibrahim dan 10 sultan untuk menguak dugaan penipuan dengan kedok penggandaan uang Taat Pribadi.
-
Korban penipuan penggandaan uang Kanjeng Dimas Taat Pribadi di Kabupaten Ponorogo yang terpantau Polres mencapai ratusan.
-
Niatnya untuk mengambil pencairan dana yang dijanjikan oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi berujung laporan ke polisi.
-
Lembaga Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdhatul Ulama (LPBH NU) Situbondo mendirikan posko pengaduan korban dugaan penipuan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
-
Kami saat ini sudah menangani kasus penggandaan uang dan juga minta Bank Indonesia untuk mengecek uang-uang yang ada
-
Anggota Komisi III DPR RI, Adies Kadir mengaku mendapat informasi bahwa penyidik telah memblokir rekening.
-
"Laporan yang di Bareskrim tetap jalan terus. Ada empat saksi yang sudah diperiksa yakni kuasa hukum korban, korban (Muhammad Ainul Yaqin) dan dua....
-
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan BB tersebut akan dipakai untuk dugaan penipuan terhadap Najmiah Muin.
-
"Tadi kami amankan sejumlah barang bukti yang dibawa korban. Barang bukti ini kami amankan sebagai modal penyelidikan," terangnya kepada Surya (TRIBUN
-
Seluruh BB ini disita dari rumah Najmiah. Setelah dikumpulkan oleh anggota Polda Sulsel, BB tersebut dikirim ke Polda Jatim.